Henna duduk berdampingan dengan Calvin di balkon kamar hotel Calvin. Tubuh keduanya ditutupi oleh selimut yang sama, hal itu dilakukan untuk menghalau dinginnya malam. Keduanya terdiam sejak memutuskan untuk duduk di balkon, dengan berani Henna menjatuhkan kepalanya di bahu Calvin. "Mungkin kamu berpikir aku tidak normal," ucap Calvin yang mengelus pelan rambut Henna. "Bagiku memang tidak normal, tapi bagi psikiater aku sakit dan aku normal," lanjut Calvin yang menulai pengakuannya. Henna diam saja, dia tidak ingin membantah atau memotong cerita Calvin. Dia ingin menjadi pendengar setia untuk pria yang dicintainya itu. "Sebentar," Henna mencegah Calvin yang akan melanjutkan ceritanya. Dia membuka pesan di ponselnya yang tadi bergetar di dalam genggamannya. From : Raisa Selam

