Henna mengetuk-ngetukkan kuku jari telunjukknya di atas layar ponsel, bibirnya menekuk sebal. Sudah beberapa hari ini Calvin susah dihubungi, terakhir dua hari yang lalu dia dan Calvin berhubungan via aplikasi chat. Hanya percakapan biasa, tetapi cukup membekas di hati Henna. Seperti bagaimana Calvin menanyakan kabarnya, kesehariannya dan mengingatkan Henna untuk makan, terakhir pria itu akan mengucapkan selamat malam dengan kalimat manis sebagai pengantar tidur Henna. "Ya ilah galau mulu sih Neng!" Raisa menepuk bahu Henna pelan dan mengambil posisi duduk di kursi di sebelah Henna. Langit Singapore sedikit mendung, mungkin langit sedang paham isi hati Henna. Semenjak keduanya bertemu, Henna jadi banyak melamun dan seperti ABG labil galau. Memikirkan kejelasan hubungannya denga

