Acara berlangsung dengan lancar dan keberlangsungan kerja Henna juga berlangsung lancar. Hingga tengah malam Henna masih berada di ballroom hotel, acara baru saja bubar dan Henna sedang merenggangkan pinggang di kursinya, sedangkan Karen sudah izin pulang sejak lima belas menit yang lalu. Rasa lelah yang dideritanya memaksa Henna untuk berjalan terseok-seok menuju resepsionis hotel. "Ndah, tolong pesankan taxi untuk aku," pinta Henna dengan suaranya yang serak pada resepsionis yang bernama Indah. Beberapa hari ini Henna menderita dengan deadline yang sangat-sangat mencekiknya. Semua itu terlihat kelas dari raut wajah Henna yang lelah tetapi juga lega. Tentu saja lega, karena permasalahannya sudah selesai. Saat gadis cantik itu sedang menunggu taxi, tidak sengaja matanya menang

