Hingga sore hari pun Henna masih tetap gelisah. Pasalnya dia dan Karen sudah mati-matian mencari wine k*****t yang mereka butuhkan, lebih keparatnya lagi tidak ada supplier yang bersedia menjual wine tersebut kepada mereka. Tinggal beberapa jam lagi acara akan segera berlangsung dan tinggal beberapa menit lagi Pak Broto akan mengamuk. "Mbak, dipanggil Pak Broto," ujar Karen dengan raut wajah melas. Sedangkan Henna hanya dapat menghela napasnya berat. Dengan langkah tegap dan berani Henna menuju ruangan Pak Broto, dia sudah siap untuk memberikan pembelaan dan siap menerima hukuman apapun yang akan diberikan Pak Broto. Bahkan Henna memasang wajah datar saat berhadapan dengan Pak Broto. Begitu pun dengan Pak Broto yang juga menatapnya dengan tatapan misterius, ekspresi wajah Pak B

