Pagi ini, tiba-tiba Adipati mengunjungi aku lagi di rumah. Entah apa yang ia inginkan, aku benar-benar lelah mengatakan hal yang sama setiap harinya. Menolak orang yang selalu sama. "Mey, aku hanya ingin berusaha dekat dengan Laura," ucap Adipati ketika aku sudah siap hendak berangkat kerja. "Tapi ini hari kerja Pak, lagipula banyak meeting penting hari ini," jawabku. Aku terus berusaha profesional, sama sekali aku tak melibatkan perasaan di dalam pembicaraan kami berdua. "Aku tahu, batalkan saja semua meeting itu. Aku ingin mengajak Laura pergi," tegasnya. Aku menggeleng dan mengembuskan nafas berat, mataku menatap tajam ke arah pria yang bahkan hanya mengenakan celana jeans pendek dan kaos berkerah. "Pak, saya gak mau sampai semua orang di kantor menganggap saya sebagai perusak! Ba

