"Bu, kok Laura gak ada?" tanyaku saat baru saja sampai di rumah. Hari memang sudah hampir senja saat aku sampai di rumah, sehingga aku langsung mencari Laura untuk meminta maaf karena tak bisa mengajaknya bermain di hari libur ini. "Lagi pergi sama Irwan," jawab ayahku singkat. "Kok di bolehin sih Pah?" sungutku. Aku benar-benar tidak mengerti mengapa orangtuaku memberikan izin pada Mas Irwan untuk membawa Laura pergi. "Lho, kenapa harus dilarang?" tanya Ibu kandungku. Aku yang sibuk mencari ponsel di dalam tas sembari mengikat rambutku, hanya bisa melirik tajam kearah wanita yang sudah melahirkan dan membesarkan aku itu. "Kalo sampe ada apa-apa sama Laura gimana? Tahu kan Mas Irwan itu sudah melakukan hal buruk sama aku dan Laura," tegasku. Ibu menggeleng sembari berdecak tak perc

