suasana baru

358 Kata
"oh, kirain apa.. ngapain aja boleh sar, mau nunggu dikamar atau liliat2 kebun juga boleh, asal jangan keluar rumah, soalnya nanti pas nyonya perlu apa, kamunya gak ada... oh ia, ini dipakek, kalau nanti jamnya berbunyi, berarti nyonya manggil kamu. jadi kamu harus siap kapan aja.. ngerti?" "ngerti mbak...trus kalau mau sholat kearah mana ya mbak, soalnya udah masuk waktu zhuhur juga kan..." walaupun sari, bukan wanita yang taat, bahkan dia tidak memakai hijab, tapi Alhamdulillah, dia selalu menyempatkan waktu untuk sholat. "kearah sana... kamu udah makan siang belum? ..." "belum mbak..." "nanti pergi aja kedapur, ambil aja apa yang kamu mau, disini pelayan udah dianggap keluarga, makan bersama aja, tapi semuanya bebas... dan satu lagi, disini pekerja yang tinggal cuma kamu sendiri, jadi kamu hati2 dan yang sabar ya..." "memangnya ada berapa pelayan mbak disini?..." "sekitar 5 orang, masing -masing sudah memiliki tanggung jawab yang berbeda, seperti kamu, tanggung jawab mu hanya untuk mengerjakan semua yang berhubungan dengan nyonya, tapi semuanya tidak ada yang tinggal disini, kecuali kamu, jadi kamu harus bisa menyesuaikan diri ya sar..." "gimana ya mbak, sari jadi bingung...." "ya sudah, nanti mbak bantu buat jadwal yang biasa nyonya lakukan setiap hari... oh ia, obat nyonya jangan sampek lupa ya... nanti kalau nyonya marah atau gimana, kamu yang sabar, mungkin karna sakitnya, sekarang nyonya lebih sering emosi.. padahal dulu, nyonya itu orangnya lembut lo sar, tapi semenjak tuan besar pergi dan mas rafli berubah, rumah ini jadi sepi, ya begini.." "jadi, yang tinggal dirumah cuma sari dan nyonya mbak?..." jadi es yang ganteng itu namanya rafli...gumamku dalam hati. "untuk sementara ia sar, soalnya mas rafli jarang pulang..." makanya kamu hati2...nanti mbak tinggalin no, sebelum pulang.. kalau ada apa2, telpon mbak aja..." "ia mbak... sari kekamar dulu ya mbak..!" lalu aku pergi kekamar yang sudah diberitahukan mbak sari kepadaku tadi... gelang ini, orang kaya gak salah kalau punya alat canggih... terkhir sari punya jam, waktu mau masuk SMA, itu pun dapat dikasi sama tetangga, bekas gak kepakek lagi... kamar ini juga, gak seperti kamar pembantu, ukurannya saja, lebih besar dari ruang tamu rumah sari dikampung. jadi kangen bapak...sholat dulu deh, dari pada tiba2 nyonya manggil...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN