hari2 tenang ku jalani disini, untuk beberapa hari mas rafli tidak pulang, karna kata mbak anik, mas rafli ada pekerjaan diluar kota...
nyonya juga rutin terapi setiap hari, sedikit ada peningkatan, nyonya sudah bisa berdiri, walau masih lemah, dan suaranya juga lebih sedikit jelas dari biasanya, dan aku juga sudah mulai hafal dengan apa yang diisyaratkan nyonya kepadaku...
dirumah tidak ada yang tau rencana kami, hanya saja nyonya memberitahukan kepada seluruh pekerja bahwa dia, akan mengadopsi ku, jadi aku tidak terlalu canggung memanggilnya dengan sebutan mama, didepan pekerja lainnya.
"sari sebentar lagi ada pengacara yang akan datang, nanti kamu dampingi mama..."
"ia ma..."
benar saja, ada 2orang berpakaian jas rapi datang kerumah, dan mengeluarkan beberapa map...
"ini anaknya, bagaimana? bisa diurus segera?.. "
"akan saya usahakan buk, adek ini hanya perlu tanda tangan disini..."
kulihat orang itu menyodorkan kertas yang berisikan pengambilan hak asuh, tapi tunggu dulu, kenapa bukan nama sari....
"maaf pak, ini bukan nama saya..."
kulihat mereka menoleh kemama...
"maaf sari, tanpa memberitahukanmu, mama mengganti nama mu, agar tidak terjadi sesuatu dilain hari, dan juga dengan mengubahnya, bisa mempercepat prosesnya, karna surat2 baru lebih mudah dibuat.."
aku tidak mengerti, tapimemang ada baiknya, jadi aku tidak perlu takut ada yang mengenaliku nanti.
"baik ma, sini pak biar saya tanda tangani.."
semuanya telah selesai, entah kenapa, rasanya berbeda dari sebelumnya...apa aku sanggup menjaga kepercayaan mama padaku..
"sini nak...."
mama membentangkan kedua tangannya ingin memelukku...
kubalas pelukannya dengan erat, sekarang aku punya mama baru, orang yang lembut dan baik hati...dan ibuk....apa ibuk sudah lupa dengan ku...
"ma, bagaimana jika sari mengecewakan mama?......"
"sari, tetaplah menjadi dirimu sendiri... mama akan bangga dengan mu.."
ada kehangatan yang kurasa dari kata2 mama...aku tidak akan mengecewakannya...
seminggu telah berlalu, ku dengar mas rafli sudah kembali keapartemennya, rumah kedua baginya...
tapi dia tak kunjung pulang, entah kenapa, tapi dia seperti menghindar dari mama...
"sari... ayo temenin mama keluar...."
"memang kita mau kemana ma?...."
"belanja sayang.....besok mama mau mendaftarkan mu kesekolah yang baru... besok semua berkasnya sudah siap, jadi kamu bisa sekolah lagi sayang...."
"kalau sari sekolah, siapa yang akan merawat mama?...."
"jangan fikirkan itu nak, mama juga sudah cukup sehat sekarang, dan dirumah mama juga ngak sendirikan!...."
"mama.....makasi ya ma!..."
"kamu senang sayang?...."
ku anggukkan kepalaku dengan hati yang sangat senang, kupeluk mama dengan erat...
"sari janji, akan buat mama bangga..."
"kalau begitu kita pergi sekarang saja ya, keburu sore..."
"ia ma..."
ku gandeng tangan mama untuk membantunya berjalan, maklum lah walau sudah bisa berjalan lagi, mama masih sering hampir jatuh... jadi ku sediakan kursi roda, untuk mama agar dia tidak kelelahan saat berbelanja...