Selepas semua kesalah pahaman ku dan Mas Roy selesai. Setelah ba’da zuhur Mama dan tante Ratih telah menunggu untuk makan siang bersama. Tante Ratih memang sengaja meluangkan waktunya untuk Mama, karena waktu Mama berangkat ke tanah suci tante Ratih tidak bisa ikut mengantar Mama dan Papa. “Dek, tolongi Mama panggil yang lain ya” “Ok, Mama sayang” berjalan meninggalkan ruang makan dan memanggil 3 pria bermata sipit untuk makan siang bareng. “Maaf Tante, kelamaan nunggu kita untuk makan” ucap Mas Teguh. “Iya, Gak papa kok” sahut Tante Ratih Makan siang hari ini suasananya sangat hangat, di tambah ada Tante Ratih dan Anaknya, makin rame suasana rumah. Setelah selesai makan, Aku membantu Mama mermbersihkan meja makan. Setalah meja dan ruang makan telah bersih Aku segera ikut bergabun

