Meninggalkan

1082 Kata

Ketika sinar matahari masih malu-malu menampakkan cahayanya, ketika wangi embun pagi masih dapat terhirup dan dirasakan. Aku dan Cindy mengikuti langkah kaki Buk Siti menuju pasar tradisional. Ibu Siti sepertinya ingin membuat menu yang spesial untuk pagi ini. Ketika Ibu Siti sedang asyik berbelanja, Cindy mengajakku untuk keluar toko dan berbisik kepadaku. “Seandainya semalam kamu gak tidur duluan Nurul!” “Emang ada kejadian apa tadi malam? Terus Mas Eko dan Bang Alfat sampai jam berapa dirumah,?” tanyAku heran kepada Cindy “Gak ada kejadian apa-apa sih, nanti lihat aja sendiri ya. 10 menit setelah kamu masuk kamar, Mas Eko dan Bang Alfat beserta Ustadz sampai di rumah,” ucap Cindy kepadAku. “Emang apa yang harus Aku lihat nanti?” entah apa maksud Cindy membuatku penasaran. “Ya udah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN