“Mama, Papa” sahutku ketika menuruni anak tangga satu demi satu Tapi tak ada jawaban dari Mama maupun Papa, ku coba melihat kekamar Mama, hanya sunyi tak berpenghuni yang di temukan. Segera melangkahkan kakiku menuju bagasi tak terdapat mobil yang biasanya terpakir disana. hemmm, mungkin Mama sama Papa lagi kepasar minggu yang menempuh waktu kurang lebih 29 menit pikirku saat itu. Akhirnya Aku berjalan menaiki tangga demi tangga, untuk mencari keberadaan Mas Teguh. Ketika sampai di depan pintu kamar Mas Teguh, kamarnya juga sunyi tak seperti biasanya. Biasanya Mas Teguh selalu memutar video-video ceramah dari ustadz-ustadz pengajiannya yang sering dia ikuti, yang suara dari video maupun kaset yang Mas Teguh putar terdengar sampai kamarku. Untuk menjawab penasaranku akhirnya ku buka pin

