Akhirnya Aku melihat sosok selama ini yang ku rindukan, Mama dan Papa yang sedang berjalan ke arahku dan 3 pria bermata sipit, dengan perubahan yang begitu tampak dari Papa. Rambut Papa yang tebal kini tak terlihat lagi, dan Mama semakin cantik dengan pakaian serba putihnya. Setelah Mama dan Papa telah keluar dari pagar asrama, Aku berlari menghampiri Mama dan Papa, memeluk dan mencium mereka yang sangat Aku rindukan, dan di ikuti dengan ke-3 pria bermata sipit. “Mama, Papa sehat-sehat ajakan disana? Nurul kangen banget sama Mama dan Papa”. ucapku sambil meneteskan air mata, sebagai bukti kalau Aku merindukan kedua orang tuaku. “Alhamdulillah sayang”. sahut Papa sambil mencium keningku. Mas Roy menghampiriku, Mama dan Papa, Mas Roy menyampaikan bahwa barang-barang Mama dan Papa udah

