-*-*-*- “Aku sayang kamu pokoknya, titik!” Mata Gianna seketika mendelik mendapat pelukan tiba-tiba dari Kenan. Gianna pun seketika melepas paksa pelukan Kenan. “Inget tempat Ken!” tegur Gianna dengan kedua matanya yang seakan ingin keluar dari tempatnya. Kenan terlihat kaget dan ia pun memasang wajah memelas. “Kamu mah ngga bisa di ajak romantis,” keluhnya seraya menyebik berusaha memperlihatkan wajah imut seperti anak anjing. “Emang! Kamu tuh gimana sih? Ini di kampus, mentang-mentang lagi mellow bisa seenaknya peluk gitu?” sahut Gianna begitu ketus. Wajahnya pun tidak santai dan terlihat kesal. “Kan sekarang disini ngga ada orang,” Kenan masih belum menyerah dan terus memberikan tatapan bulatnya yang bermaksud terlihat gemas. “Terus?” “Ya masa ngga boleh?” “Inget ngga kalo

