Niat Ingin Dekat

1936 Kata

-*-*-*- “Ngga apa-apa,” -potong Rafael.- “Aku udah kangen,” Kalimat yang diucap Rafael itu seakan menetap di kepala Gianna. Ia juga masih merindukan Rafael hingga detik ini. Bahkan pertemuannya dengan Rafael masih tak bisa ia percaya. Gianna menatap lembaran kertasnya yang penuh akan tulisan tangannya tanpa memikirkan hal berarti. Nampaknya ia tak sabar untuk bertemu dengan Rafael esok hari. ‘Ah, gue laper,’ batinnya. Merasa tugasnya sudah selesai dengan baik, Gianna membereskan seluruh barangnya kemudian beranjak meninggalkan perpustakaan. Gianna sepertinya ingin pergi ke food court dan membeli makanan untuk mengisi perutnya yang mulai meronta. Kalau diingat-ingat pagi tadi ia hanya memakan roti tawar dengan olesan selai coklat. Bukannya apa-apa, ia hanya terlambat bangun karena lu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN