Ucapan Maaf

1751 Kata

-*-*-*- Gianna dan Kenan duduk bersama di sebuah cafe. Di hadapan mereka sudah tersedia minuman masing-masing. Sudah beberapa saat berlalu dan mereka belum bicara. Lebih tepatnya Kenan yang belum bicara, karena Kenan yang mengajak dan ingin bicara, Gianna hanya diam dan menunggu sembari meneguk jus alpukatnya. Kenan pun seradi tadi hanya mengaduk-aduk kopinya sampai-sampai tak memberi kesempatan bagi ampas kopinya untuk mengendap di bawah. Tak kunjung bicara, Gianna memilih menyeletuk terlebih dahulu. “Kalo ngga ada yang mau diomongin gue pulang,” Perkataan Gianna membuat Kenan sedikit tersentak. “Eh, jangan … oke ini aku ngomong,” Kenan menarik nafasnya panjang-panjang lalu menghembuskannya. Setelah menyiapkan diri sejak beberapa puluh menit yang lalu, akhirnya ia bicara. “Aku … ,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN