Malam semakin larut bintang bertebaran di langit yang tampak gelap. Malam dengan cuaca yang cerah seharusnya di nikmati oleh suasana hati yang bahagia tetapi tidak untuk seorang gadis yang tengah duduk di sebuah kasur king size dalam jet pribadi yang begitu mewah. Gadis itu terus menangis memikirkan keluarganya. “Kakak maafin Syana ya Kak sudah gak nurut sama Kakak tetapi justru Syana di bawa pergi sama Bara entah ke mana,” gumamnya di sela tangisan. Syana mencoba mencari ponsel dalam saku bajunya tetapi nihil, ia sangat ingat bahwa ponsel itu ada di saku baju yang saat ini ia kenakan tetapi nihil tidak ada apa pun, seharusnya Syana tahu Bara pasti sudah mengambilnya dan menghancurkan ponsel itu agar keberadaannya tidak di ketahui oleh keluarganya. Tangis Syana semakin pecah ia tidak a

