23. Peluang

1510 Kata

Akhirnya setelah berganti baju Syana segera kembali masuk ke dalam bandara. Awalnya Danu berniat mengantarkan Syana ke US dengan jet pribadinya tetapi tiba-tiba Tian menelepon untuk menyuruhnya membawa Syana pergi menggunakan pesawat umum dan untuk membeli tiket menggunakan identitas lain semua itu di lakukan agar keberadaan Syana tidak mudah di temukan. Aldi menyetujui semua itu karena jika di pikir ulang memang terlalu mencolok jika menggunakan jet pribadi dan lagi Bara termasuk orang yang licik saat ini maka akan semakin mudah melacak keberadaan Syana. Dan di sinilah keluarga Prasetyo berada, di ruang tunggu karena keberangkatannya menunggu satu jam lagi. “Kak ini yakin kita pergi tanpa membawa barang bawaan?” tanya Syana dengan sedikit ragu. “Semua barang-barang kamu sudah ada di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN