" Saya mau membahas tentang nomor yang meneror kamu " Kata Marchel Zikry.
" Iya lalu, ada perkembangan iya? " Tanya Ellsa Sayna begitu memiliki rasa prnasaran.
" Saya sudah menyelidiki setelah pulang dari Rumah sakit dan mendapatkan bukti lagi tentang nomor yang selalu menerormu " Ucap Marchrl Zikry yang mrnyampaikan begitu bahagia.
" Iya lalu siapa? " Tanya Ellsa Sayna yang sudah prnasaran.
" Yang telah gua selidiki namanya kurang tau siapa,akan tetapi saat nomor itu di daftarkan sesuai nik nya dia, gua sudah memiliki nomor kartu keluarga secara lengkap " Ucap Marchel Zikry serays mrmperlihatkan bukti nomor kartu krluarganya di hadapan Ellsa Sayna.
Ellsa Sayna mengarah mendekat wajahnya ke hadapan bukti dan melihat nomor Kartu keluarga itu pernah ia liat, namun Ellsa Sayna lupa jika nomor itu milil siapa.
Ellsa Sayna masih menatap selembar bukti yang sudah di sediapksn Marvhel Zikry terdiam waktu beberapa menit dan kemudian menoleh ke arah Marchel Zikry sambil mengatakan.
" Gua kayak kenal nomor kartu krluarga ini, tapi gua mau ntari dulu di berkas kerja saya "
," Iya silahkan, dan sorry gua cuma bisa membantu mu itu saja, karena yang lain sudah di lacak " Kata Marchel Zikry dengan nada rendah dan menyesal tidak dapat membantu sampai selesai.
" Lo apaan ini sudah membantu gua banyak banget, dan gua utang budi sama lo, sering merepotkan lo " Balas Ellsa Sayna.
" Gua ke atas dulu mau ngambil laptop " Ucap Ellsa Sayna seraya mengangkat tubuh nya bergerak menuju atas di i kamar Ellsa Sayna.
Marchel Zikry hanya menganggukan kepala dan ia merasa deg degan ingin mengatakan sesuatu terhadap Ellsa Sayna.
Kemudian Ellsa Sayna melangkah ke atas menuju kamar nya mencari laptop yang dia penting untuk mencari bukti selanjutnya, waktu berjalan hingga 15 menit Ellsa Sayna meninggalkan Marchel Zikry, Ia kembali turun sambil membawa laptop yang di pegang di tangan kanan nya, dan sampai di ruang tamu lalu duduk di salah satu kursi yang ada disana yang dia duduk di kursi srbrlumnya, krmudian Ellsa Sayna membuka laptop dan mrnekan tombol power untuk menghidupkan laptop nya.
Menggerkan kursor laptop menuju data penting atau data kerjanya melihat nomor kartu keluarga yang ia krnal, Ellsa Sayna mencari dari satu persatu dari segi orang yang ia kenal dan teman kerjanya selama ini.
Waktu Ellsa Sayna mencari bukti yang ia cari, dia lupa jika ada seseorang yang dihadapannya di abaikan selama pencarian data.
Ehemm .... Ehemmm .... Marchel Zikry sudah menberi kode terhadap Ellsa Sayna jika ada dia di hadapan nya dan perlu di ajak komunikasi juga namun Ellsa Dayna tidak terdengar dan fokus ke layar laptop.
" Ellsa Sayna " Ucap Marchel Zikry memulai percakapan agar dia bisa berkomunikasi dengan Ellsa Sayna.
Ellsa Sayna masih terdengar, Marchel Zikry mengambil gerkan menyentuh tangan Ellsa Sayna yang ada di atas meja, kemudian Ellsa Sayna kaget ada sentuhan di tangan nya dan menoleh ke arah Marchel Zikry langsung menghindari tangan Marchel Zikry yang di atas tangan nya.
" Sorry lo gua panggil nggak ada jawaban, ya gua sentuh tangan lo " Ucap Marchel Zikry.
" Iya ada apa " Jawab Ellsa Sayna
" Udah ketemu siapa? " Tanya Marchel Zikry.
" Belum ini masih gua cari, nanti kalau udah ada ya gua bakalan nagsih tau lo " Jawab Ellsa Sayna ketud karena lagi fokus sama layar laptop nya.
" Tapi gua jangan di cuekin " Kata yang di lontarkan dari mulut Marchrl Zikry.
" Iya iya kalau mau ngomong, ngomong aja gua dengerin kok " Balas Ellsa Sayna sambil menggerkan jari jarinya di laptop.
" Liat sini dulu lah " Ajakan Marchel Zikry dan sedikit menurunkan krpala agar dapat menatap mata Ellsa Sayna yang sedang di hadapan laptop tidak bisa di ganggu olrh siapa pun.
Marchel Zikry merasa waktu ini kurang cocok, akhirnya ia masih menunggu Ellsa Sayna agar menyekesaikan dan mencari bukti yang pasti di laptopnya.