Ellsa Sayna masih tidak terdengar, Marchel Zikry mengambil gerkan menyentuh tangan Ellsa Sayna yang ada di atas meja, kemudian Ellsa Sayna kaget ada sentuhan di tangan nya dan menoleh ke arah Marchel Zikry langsung menghindari tangan Marchel Zikry yang di atas tangan nya.
" Sorry lo gua panggil nggak ada jawaban, ya gua sentuh tangan lo " Ucap Marchel Zikry.
" Iya ada apa " Jawab Ellsa Sayna
" Udah ketemu siapa? " Tanya Marchel Zikry.
" Belum ini masih gua cari, nanti kalau udah ada ya gua bakalan nagsih tau lo " Jawab Ellsa Sayna ketud karena lagi fokus sama layar laptop nya.
" Tapi gua jangan di cuekin " Kata yang di lontarkan dari mulut Marchrl Zikry.
" Iya iya kalau mau ngomong, ngomong aja gua dengerin kok " Balas Ellsa Sayna sambil menggerkan jari jarinya di laptop.
" Liat sini dulu lah " Ajakan Marchel Zikry dan sedikit menurunkan krpala agar dapat menatap mata Ellsa Sayna yang sedang di hadapan laptop tidak bisa di ganggu olrh siapa pun.
Marchel Zikry merasa waktu ini kurang cocok, akhirnya ia masih menunggu Ellsa Sayna agar menyekesaikan dan mencari bukti yang pasti di laptopnya.
Kemudian dia diam sejenak menunggu bukti yang Ellsa Sayna cari.
Namun di situasi karin dimana Alim masih mencari keberadaan Karin dan Alim memutuskan untuk mencari labar di rumahnya, Alim langsung menghubungi Rumah Karin.
Ia menghubungi satu kali dan dua kali belum ada jawaban, Alim mulai putus asa hanya mencari sosok Karin. Alim mencoba untuk satu kali lagi. bunyi masih berdering dan tulisan layar di hand phone masih juga bertulis berdering.
Hampir deringan terakhir, Detik waktu dimulai akhirnya di angkat oleh pihak rumah nya Karin.
" Assalamualaikum, ini siapa? " Tanya Ibu Karin yang ada di rumah nya.
" Waalaikumsalam, saya Alim tante, maaf sebelumnya Alim mau tanya boleh, tapi maaf sedikit menyinggung " Balas Alim.
" iya ada apa Nak Alim " Ucap Ibu Karin.
" Begini Tante, apa Karin pulang ke rumah? " Ucap Slim yang bertanya ibu Karin.
" Tidak ada Nak, emang Karin dimana, kamu bisa menanyakan anakku disini, bukan nya di sana " Balas Ibu Karin.
" Karin semenjak tadi pagi sudah tidak ada di pesantren tante, maka dari itu saya menanyakan tante jika Karin pulang kerumah " Ucap Alim.
" Tidak ada disini dia " Balas Ibunya Karin.
" Ya sudah Tante, Assalamualaikum " Ucap Alim kemudian menekan tombol telepon warna merah untuk mematikan ponsel gengamnya yang sedang terhubung dengan Ibunda Karin.
Ibunda Karin bingung dimana keberadaan anak putrinya.
Akan tetapi selang waktu setengah jam Karin sampai di depan rumah nya masing membawa tas kanan kiri dan kemudian mengangkat tangan kanan dan mengerakan pergelangan tangan ke arah depan lalu Ibunda Karin mendengar suara bunyi pintu.
Kemudian Ibunda Karin melangkah ke arah pintu depam agar membukakan pintunya melihat kehadiran anak putrinya di hadapanya. Ekspresi raut muka dari ibunda Karin langsung terkejut dan campur aduk bahagia pula mihat pulang putri cantik nya itu.
Ibunda Karin lamgsung membawakan tas yang di bawa oleh anaknya dan menyuruh anaknya segera masuk dan istirahat di ruang tamu.
Ibunda Karin menuju dapur untuk menyiapkan minum untuk putri cantik ya dan anggun nya, sedangkan Karin merapikan semua badan dan pakaian kemudian duduk di ruang televisi.
Ibunda Karin lalu mrnghampiri Karin yang sedang duduk di depan televisi dan menyodorkan gelas ke meja agar di minim oleh putri nya. Dan menanykan sesuatau kepada Karin.
" Kamu kenapa pulang kesisni " Tanya Ibunda Karin terhadap anak nya yang posisi bersampingan dan tangan kanan merangkul di bahunya.
" Iya tidak apa apa Bu, saya hanya kangen sama ibu, makanya saya pulang " Balas Karin dengan menundukan kepala dan menutupi semua masalah yang terjadi.
Akan tetapi insting seorang ibu paham jiks anaknya sedang berbohong kepadanya, krmudian Ibunda Karin bertanya kembali kepada Putri cantiknya,
" Kenapa Nak, ibu tahu jika kamu sedang berbohong kepada ibu " Ucap Ibunda Karin sambil memeluk badan mungilnya yang begi erat.
" Ya alhamdulilah jika kamu baik baik saja Nak, akan tetapi kenapa kamu tidak izin dengan Pak Kalim atau Alim jika kamu ingin pulang ke rumah? " Tanya Ibunda Karin.
" Saya pamit Bu " Balas Karin tetap masih membohongi ibundanya.
" Kalau memeang kamu mengabari atau izin di pihak pesanteen, Alim tidak mungkin menghubungi ibu dan menanyakan keberadaanmu Nak " Ucap Ibunda Karin nada yang tegas agar Putri cantiknya menjawab jujur.
Karin merasa di tekan secara batin oleh ibundanya, dan ia bingung ingin mrnjawab perkataan apa yang ingin ia jawab.
Karin kemudian membalas pelukan ibundanya dan ia berkata ingin menceritakan kejadian sebenarnya.
" Begini Bu, pada waktu kemarin Alim menyatakan niat baik nya ingin meminang saya kan bu, lalu kita sudah merencanakan pengajian di pesantren dan Karin belum menghubungi ibu dengan niat baik Alim, karena baru saja dikatakan dan memgadakan pemgajian hanya rasa beryukur jika ada niat baik, akan tetapi saat acara pengajian itu bu, Alim memutuskan ingin membantal kan niat baik nya lalu Karin kecewakan mah, nah Karin memutuskan pergi ke rumah sini mah, Karin malu mah " Tangisan air mata yang deres keluar dari mata Karin dan membasahi pipi cubby nya, masih menutupi satu permasalahn kepada ibundanya.
Situasi penuh dengan kesedihan Ibunda Karin kaget mendengar perkataan dari anaknya, ia juga merasa harga diri keluarga di injak injak oleh keluarga Pak Kalim dan tidak terima atas perilakunya terhadap anak semata wayang nya.
" Besok kita kesana menanyakan apa yang di maksud dari mereka melakukan seperti itu " Ucap Ibunda Karin sambil menghusap air mata yang ada dipipi anak cantiknya.
" Sudah Bu tidak apa apa, saya juga sudah ikhlas atas keputusan mereka " Balas Karin dengan nada halus agar ibundanya tidak mrngampiri mereka.
" Ibu tidak terima atas keputusan mereka sepihak tanpa alasan, nanti ibu dan ayah akan kesana menanyakan masalah ini apa yang terjadi " Ucap Ibunda Karin begitu marah.
Sedangkan Karin bingung mencari alasan agar orang tua nya tidak mrnghampiri krlurga Alim. Ia merasa gugup dan tingkah nya bikin curiga ibundanya yanh ada di samping Karin.
" Kamu krnapa Nak?" Tanya Ibunda Karin.
" Tidak apa ap Bu " Jawab Karin seraya menggerakan tangan kirinya ke arah rambut dan menghusap husapnya.
" Tapi Bu, tidak usah menghampiri mereka, Karin juga sudah terima atas peristiwa ini " Ucap Karin masih membujuk ibundanya agar tidak menjumpai.
Namun Ibunda Karin tidak terima atas perlakuan anaknya di dia dia, Ia langsung memberi kabar kepada suaminya melalui telepon WA, dan menceritakan semua kejadian yang di alami anaknya.
Di situasi Alim dan Pak Kalim masih mencari keberadaan Karin.
Alim kebingungan mencari keberadaan Karin, Dia kangsung mencari ayahnya untuk memberi kabar tentang Karin.
Alim menuju ruang ayahnya lalu mengetuk pintu dan memberi kabar terhadap kepada Ayahnya.
" Pak. Tadi saya menghubungi dirumahnya Karin akan tetapi Karin tidak ada di rumah " Ucap Alim.
" lalu diamana Karin jika tidak ada dirumah " Balas Pak Kalim.
" saya tidak tahu pak, diamna keberadaan Karin " Jawab Alim yang sedang duduk di hadapan ayahnya.