Lifia menatap Defran yang sejak tadi membereskan barang-barangnya dibantu oleh Ibunya dengan tatapan sayang. Defran Satyas selalu menemaninya sejak ia dirawat dirumah sakit dan Defran hanya pergi jika ia sedang bekerja. Bahkan jam makan siang Defran akan berada didalam ruang perawatannya. Lifia menghela napasnya ia mengingat sosok Kiran yang telah menyelamatkan nyawanya, ia sangat menyayangi Kakak perempuannya itu dan ia sangat kesal karena ia yang ingin bertemu Kiran sejak beberapa hari yang lalu, sampai saat ini belum juga dipertemukan kepada Kiran. "Bu Mbak Kiran nggak apa-apa kan, Bu?" Tanya Lifia penasaran dengan keadaan Kiran. "Nggak apa-apa, Mbakmu juga sudah pulang ke Rumah lebih dulu," jelas Murni. "Kalau nggak apa-apa kenapa nggak jengukin Lifia, Bu?" Tanya Lifia sendu. Ingin

