Jangan kesal apalagi cemburu

1071 Kata

Ronal memang diperintahkan Parmoko Papinya untuk menyambut kedatangan Lifia, besok setelah sidang nikah dinas nanti Parmoko ingin bertemu Lifia secara khusus. Lifia duduk dengan tenang disamping Kiran, ia tekejut saat melihat wajah cantik Kakak perempuannya itu yang galak ternyata terlihat sangat-sangat sedih, bahkan seperti ingin menangis. Sekarang tanpa ia tanya sekalipun, ia tahu kenapa Kiran Ayu tidak menemuinya di Rumah Sakit, padahal mereka sama-sama dirawat di Rumah Sakit yang sama. Kiran tidak ingin terlihat cengeng dan menangis didepannya, apalagi kemungkinan besar Kiran sama seperti dirinya mengalami trauma. "Sudah jangan sedih lagi!" Ucap Murni, ia menghapus air mata Lifia dan juga air mata Kiran. "Kata Defran penjahatnya sudah ditangkap," ucap Murni. "Siapa Bu penjahatnya?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN