Bukti

1042 Kata

Handaru menyunggingkan senyumannya sepanjang perjalanan ya menuju kediaman orang tua Kiran. Sebegitu tidak percayanya Papi dan Maminya kepadanya hingga menuduhnya berbohong jika saat ini ai memiliki hubungan spesial bersama Kiran. Ponsel Handaru berbunyi dna ia melihat nama Kiran kembali terlihat. Handaru membuka ponselnya dan memihat wajah Kiran telrihat kesal. "Mas kamu dimana? Kamu kesini dong cepatan!" Pinta Kiran menatap Handaru dengan tatapan memohon. Baru kali ini Kiran menghubunginya dan memintanya untuk segera menemuinya dengan tatapan memohon seperti itu, tentu saja hal ini membuat Handaru sangat bahagia. "Iya, sabar ya sayang!" Ucap Handaru membuat wajah Kiran memerah dan sambungan teleponnya terputus. Handaru menyunggingkan senyumannya karena Kiran yang seperti ini sang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN