TWENTY

2994 Kata

Audy terkagum-kagum menyaksikan portal dengan tembok tinggi di sebuah komplek eksklusif yang kata abangnya adalah area tempat tinggal Gilang. Cewek itu masih setia duduk di kursi penumpang, tepat di samping Andra. Tak terlalu mendengarkan obrolan antara kakak sulungnya dengan salah satu petugas keamanan komplek. Dia baru tersenyum saat Andra menjawil lengan kirinya dan memberi kode agar memberi salam pada bapak umur hampir lima puluhan itu. Mungkin sebagai sikap sopan santun agar bisa masuk ke dalam komplek tanpa menghadapi kesulitan. Saat mobil bergerak pelan memasuki kawasan komplek, baru Audy mampu berkomentar. “Wah, gila sih. Gue nggak tau ternyata di Jakarta masih ada tempat begini. Gue pikir pemukiman elit itu cuma ada di kawasan apartemen modern gitu. Nggak taunya...” “Lo jangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN