Dua minggu berlalu sejak peristiwa menyedihkan di rumah Sean. Sejak saat itu jarang sekali aku menghabiskan waktuku dengan Sean. Aku sering tanpa sengaja bertemu dengannya di kampus tapi kami hanya saling menyapa bahkan dia sudah tidak pernah lagi memintaku menemaninya mengerjakan tugas di perpustakaan. Sekedar mengajakku makan bersama pun tidak. Dia hanya beralasan sedang banyak tugas dan sibuk belajar mempersiapkan ujian semester. Entahlah aku merasa diabaikan oleh Sean, mungkin ini hanya perasaanku saja karena itu aku mencoba mengerti keadaannya. Tapi sungguh aku sangat merindukannya. Ketika tanpa sengaja aku melihatnya. Dia selalu tampak merenung dan melamun seorang diri. Dia menjadi semakin dingin dan tertutup. Bahkan dia yang biasanya terbuka padaku kini dia pun tertutup padaku. Ak

