Shane Part 3

2287 Kata

“Leslie! Leslie! Sadarlah! Aku mohon buka matamu!” Sebuah suara terngiang-ngiang di telingaku. Perlahan kubuka kedua mata dan wajah Sean yang penuh dengan kekhawatiran yang pertama kali kulihat.  “Syukurlah, akhirnya kau sadar,” ucapnya. Tanpa kusadari, aku menghamburkan diri dalam pelukannya. Air mataku tak dapat kutahan dan akhirnya meluncur dengan bebasnya. Aku baru saja melihat kenangan keluarga Sean yang menyedihkan. Sekarang aku tahu alasan Sean selalu terlihat murung dan kesepian, dia berubah menjadi sosok yang dingin semenjak ayahnya meninggal. Ayahnya yang meninggal setelah merasakan sakit teramat besar di dalam hatinya.  Kurasakan Sean mengelus kepalaku lembut.  “Kenapa Leslie? Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?” tanya Sean dengan suara yang begitu lembut. Aku hanya terd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN