"Revo..." ***** "Apa? Revo siapa sayang?" Entah kenapa Frans tidak suka jika Abela menyebut nama pria lain di depannya. Abela diam mematung. Ia tidak menghiraukan pertanyaan Frans. "Sayang?" Frans menggenggam tangan Abela untuk menyadarkan Abela dari lamunannya. "Ah ap..apa Kak? Kakak nanya apa?" Abela tersentak dari lamunannya tentang Revo. "Revo siapa?" Tanya Frans sekali lagi. Ia menatap Abela cemas karna mungkin takut kehilangan. What? Kehilangan? "Re..Revo? Bukan, dia bukan siapa-siapa." Jawab Abela sedikit tergagap. "Kamu belom mau cerita ke aku?" Ada sedikit kecewa di nada bicara Frans, dan Abela tau itu. "Maaf Kak, aku belum siap." Abela menundukkan kepalanya tidak berani menatap Frans. Tes Air mata Abela jatuh, Frans yang melihatnya langsung menarik Abela untuk duduk di

