87. Ditampar

2175 Kata

“Ssstt.. Sstt...” Dinda memberikan kode pada Pamungkas yang tengah fokus bermain sendiri dengan mainannya. Dia tengah sendirian di rumah di hari Minggu bersama sang adik, tapi tumben adiknya ini sama sekali tidak menggubris semua yang Dinda lakukan. Gara-gara dapat mainan baru dari Javas, seorang pria yang dulu pernah bersaing untuk mendapatkan mamanya. Yang suka bikin Faris agak sewot kalau dengar namanya, padahal sudah jelas papanya itu yang memenangkan persaingan dan malah sudah dapat krucil satu pula. Padahal juga Javas adalah orang yang sangat sibuk dan tampaknya sudah punya calon untuk dinikahi. Pamannya itu sudah beberapa bulan tidak kemari untuk mampir karena ada tugas di negara lain. Jadi harusnya kecemburuan Faris cukup disudahi sampai di sini saja. “Pamungkas mah... kakak dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN