Part 38. Lamaran Untuk Aisha

1719 Kata

"Ada apa?" tanya Tama bingung. "Ya, kesannya aku memperlakukan keluarga kalian layaknya pepatah habis manis sepah dibuang. Aku merasa tidak enak juga sama keluarga kamu Tam, jawab Aisha. "Sudahlah Ai. Tidak perlu kamu repot memikirkan hal-hal seperti itu. InshaAllah kami sekeluarga akan sangat mengerti dan memahami kondisimu," jawab Tama. "Aku hanya bisa berharap. Kamu dengan rutinitas barumu, akan tetap menjalin komunikasi dengan kami," rajuk Tama. "Oh, tentu saja Tam. Bukankah sebagai muslim, kita tidak boleh memutuskan hubungan silaturahmi?" sahut Aisha. "Akan tetapi Ai. Beberapa kali terakhir di malam minggu, aku ke kos kamu. Aku menemukan kos kamu dalam keadaan selalu sepi. Memangnya kamu kemana sih?" tanya Tama khawatir. "Oh iya. Aku belum memberitahu kamu," sahut Aisha. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN