CHAPTER 59

1098 Kata
"El, bisakah kau diam? Aku sedang menyetir." Aldino kembali memperingatiku namun aku tidak mau mendengarnya. Aku tetap memaksa Aldino untuk memberitahuku apa yang Harry katakan padanya. Apa yang membuatnya sampai tidak mau memberitahuku dan kenapa juga dia memasang wajah panik seperti itu? "Baiklah, tapi beritahu aku!" Seruku lagi. Aku tidak mau menjadi satu-satunya orang yang tidak tau apa-apa di sini? Apa memberitahuku itu sesulit itu? Apa aku tidak punya hak untuk tau? Aku memang sudah tidak menggoyang-goyangkan lengannya. Tapi tetap menekan Aldino untuk memberitahuku apa yang Harry katakan. “Elena, aku akan memberitahumu nanti. Tolong kita kerja sama untuk tidak membuatku tambah panik. Apakah kau bisa?” Tanya Aldino membuatku menggelengkan kepalaku. “Tidak. Aku tidak bisa. Bagaimana bisa?” Tanyaku lagi. Aku tidak bisa bekerjasama dengan siapapun untuk saat ini. "Percaya padaku, kau tidak ingin mendengarnya, El." Ucap Aldino membuatku tambah takut. Jawaban Aldino hanya membuatku semakin geram dan penasaran. Aku benar-benar sangat khawatir dan tidak ada yang mau memberitahuku? Bagus sekali. "Turunkan aku." Ucapku kemudian karena Aldino tidak juga mau bicara. Jadi untuk apa? Lebih baik aku turun. Mendengar ucapanku, Aldino melototkan matamya tanpa menoleh sedikitpun. Tentu aku tidak serius dengan ucapanku aku hanya menggertaknya dan berharap dia mau memberitahuku. "El-" Dia memperingatiku untuk tidak meminta hal yang aneh-aneh. Mungkin menurut Aldino, permintaanku itu aneh. "Tidak! Jangan meng-El-kan ku! Cepat turunkan aku!" Teriakku. Aldino menggeram kesal dan tiba-tiba meminggirkan mobilnya yang sudah berada di jalan raya. Rem mendadak membuat tubuh kami hampir terpental ke depan. Seketika suasana hening. Aldino tidak mengatakan apapun. Dia hanya diam dengan wajahnya yang ia tenggelamkan di setirnya. Apa dia menganggap omonganku serius soal aku meminta turun tadi? "Aldino, kau oke?" Tanyaku karena Aldino seperti mengumpat dan benar saja, umpatannya semakin keras dan tiba-tiba ia memukul setir kemudinya lumayan kencang. Aku tersentak kaget dengan apa yang Aldino baru saja lakukan. Sebenarnya ada apa dengan Harry dan apa yang Harry ucapkan sampai membuat Aldino seperti ini? "Sebenarnya ada apa? Kenapa kalian sangat aneh? Kenapa aku tidak boleh tau? Harry sudah ku anggap seperti keluarga sendiri, Aldino. Aku berhak tau jika ada sesuatu yang terjadi pada Harry! Kami-" "Ini bukan tentang Harry." Potong Aldino. Aku mendelik heran namun aku memutuskan untuk diam dan mendengarkan Aldino. "Ini tentang kakakmu." Jonathan? Jantungku seketika serasa meledak dan paru-paruku serasa sangat sesak. Mataku mulai memanas karena otakku terus memikirkan hal negatif yang mungkin saja terjadi pada Jonathan. Oh ya tuhan ku mohon jangan! "Beritahu aku apa yang terjadi!" "Sudah ku bilang ini bukan sesuatu yang ingin kau dengar, El." Suara Aldino melembut namun hatiku semakin mengeras. Aku ingin tau apa yang terjadi dengan kakakku! "Aldino! Beritahu aku! Jonathan baik-baik saja, kan? Katakan padaku bahwa Jonathan baik-baik saja!" Suaraku meninggi dan tanpa ku sadari, aku sudah menangis. Demi tuhan aku sangat takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada Jonathan. Aldino segera mendekapku dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja, tapi bagaimana semuanya bisa baik-baik saja jika dia bahkan tidak mau mengatakannya? "Aldino..." Panggil ku. "Demi tuhan aku ingin tau apa yang terjadi . Tolong beri tahu aku apa yang terjadi." Lanjut ku membuat Aldino terlhat kebingungan antara harus mengatakannya padaku atau dia tetap mengikuti perintah Harry untuk tidak memberitahuku soal apa pun. Pada akhir nya Aldino menghela nafas panjang lalu menghembuskan nya secara perlahan seraya tangan kanan nya mengelus - elus rambut ku. "Tenang dulu ya Elena." Ucap Aldino . "Bagai mana bisa aku tenang, sih? Sekarang aku tidak tau apa-apa . Tapi aku merasa kan firasat buruk. TOlong katakan saja bahwa firasat ku tidak benar . " Ucap ku lagi . Kali ini Aldino terlihat sangat tertekan dan tidak tau harus melakukan apa . Di sisi lain aku tau Aldino tidak mengatakan nya pada ku karena Harry yang meminta nya untuk tidak mengatakan apa pun pada ku . Tapi di sisi lain aku merasa Aldino tidak tega melihat ku yang terus merengek minta untuk di beri tahu. "ALdino..." Panggil ku lagi dan kini Aldino benar-benar frustasi. "El... Aku tidak yakin harus memberitahu sekarang." Ucapnya. Aku bingung karena kenapa juga dia tidak yakin harus memberi tahu ku sekarang? Apa beda nya dengan memberi tahu ku nanti ? Toh aku akn sama - sama tau sekarang atau nanti. Beda nya bila aku tau nanti. Aku akan terus bertanya pada Aldino tentang apa yang terjadi. Oleh karena itu seperti nya lebih menguntung kan untuk posisi Aldino bila dia memberi tahu ku sekarang. "Beri tahu saja. Jangan buat aku pensaran dan berpikir yang tidak-tidak! Ada apa?" Kini nada ku mulai meninggi dan hal itu membuat Aldino sedikit tersentak. Lalu dia dengan berat hati menghela nafas nya sekali lagi dan menghembus kan nya dengan pelan. Dia terlihat shock juga dengan apa yang Harry ucap kan. "Tapi kau harus janji kau tidak akan tiba-tiba pingsan atau apa pun. Janji pada ku untuk tetap tenang dan tidak melakukan hal-hal yang aneh." Ucap nya membuat ku semakin penasaran. Kalau ini bukan hal yang serius kenapa juga aku harus pingsan dan kenapa juga aku harus melakukan hal-hal yang aneh? Aku ber pikir seperti itu oleh karena itu aku pun mengatakan nya pada Aldino. "Kalau ini bukan hal yang serius. Kenapa juga aku harus pingsan dan kenapa juga aku harus melakukan hal-hal yang aneh?" Tanya ku. Aldino mengusap-ngusap wajah nya frustasi. Seperti nya aku sangat keras kepala sehingga membuat Aldino merasa bahwa dia tidak bisa menghadapi ku . "Elena. Bisa kah kau berjanji tanpa bertanya lagi?" Tanya Aldino dengan serius. Nada nya tegas dan hal itu membuatku merasa tidak enak. Lalu tanpa menunggu lama lagi aku pun mengangguk. "Oke, aku berjanji." Ucapku. Lalu Aldino ikut mengangguk. "Jonathan kecelakaan." Jawab nya dengan berat hati. APA? Aku merasa sangat kacau Tapi aku sudah berjanji untuk tidak melakukan hal yang aneh dan harus tenang. Apa kah aku bisa tenang? Aku tidak yakin aku bisa tenang setelah mendengar kabar yang tidak baik itu. Aku juga tidak bisa berpikir jernih sekarang. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Di mana Harry? “Astaga.” Ucapku sambil menutup mulutku dengan kedua tanganku karena saking kagetnya. Jadi ini yang Harry bicarakan pada Aldino? Tapi kenapa? Apa mereka mau aku menjadi orang yang terakhir tau seperti sebelum-sebelumnya? "Kenapa kau tega berniat tidak memberitahuku, Aldino?" Tanyaku padanya. "Bukannya aku tega, Elena. Harry hanya takut kau panik dan shock. Harry hanya mencemaskanmu. Aku juga tentu saja cemas. Aku minta maaf dengan apa yang terjadi. Tapi kita bisa melewati itu semua. Sekarang tolong bantu aku agar aku fokus menyetir. Aku juga kaget, Elena. Sekarang aku harus menyetir dan mengantarmu ke sana. Bisakah aku mempercayaimu? Aku mau kita selamat." Ucap Aldino meminta tolong padaku. Dengan masih menangis, aku pun akhirnya mengangguk.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN