CHAPTER 64

1176 Kata

Melihat apa yang terjadi, aku pun mundur beberapa langkah, antara kaget atas bentakan ibu dan panik melihat kak Jonathan yang sedang kesakitan. Aku pun memutar balik badanku dan berlari kencang keluar kamar. Aku tidak tau harus memanggil dokter yang mana. Aku tidak mempunyai ide sama sekali. Aku memiliki kekurangan seperti saat aku panik, aku tidak bisa berpikir dengan jernih. Saat sudah di luar kamar, aku terlihat seperti orang kebingungan. Setiap suster yang lewat atau ku lewati, selalu ku beritahu bahwa dikamar yang kak Jonathan tempati membutuhkan dokter. Jantungku berdegub kencang, apa kak Jonathan akan baik-baik saja? Demi tuhan dia terlihat sangat tersiksa. Kenapa ibu malah mengajaknya berdebat di saat seperti ini? Apa ini adalah waktu yang tepat menurutnya untuk berdebat? Aku pi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN