Michael yang merasa sangat tidak enak dengan ku, kini menatapku dengan tatapan tidak enaknya. Padahal aku merasa tidak apa-apa sama sekali. Mungkin iya aku merasa sedikit kecewa, tapi tidak lebih dari itu. Aku mengerti kok mereka mempunyai urusan. Dengan begitu, aku pun membuka suaraku dengan tujuan agar Michael dan Ashton merasa lebih tenang lagi dan tidak menyalahkan diri mereka sendiri atas apa yang terjadi. "Tak apa, Ash, Mikey. Lagi pula ada hari esok atau lusa. Kalian bisa datang kapan saja kok. Jangan menyalahkan diri sendiri, ya." kata ku berusaha membuat mereka mengerti bahwa aku tidak keberatan sama sekali. “Iya, El. Tapi sebetulnya aku merasa ‘hah? Hanya latihan band kok.’ tapi malah reschedule menjenguk kakakmu.” Ucap Michael masih menyesal dengan keadaan. Aku menggelengkan

