Pagi yg cerah untuk hari yg indah.
( di kamar Ayara )
Ayara bangun dg perasaan bahagia. Senyum yg merekah dan hati yg lebih siap dari sebelumnya. Ayara berpakaian cassual seperti biasa. Menggunakan celana bahan warna abu abu, dan sweater biru muda. Tak lupa jilbab dan sepatu yg senada dg celananya.
Untuk make up aku hanya memakai bedak dan lipstik berwarna nude. Yaa sangat simple. Karena aku tak suka yg berlebihan. Selesai berdandan, aku lalu mengirim pesan pada Fay dan Freya.
Aku : Otw cafe deket kampus
Lalu aku keluar kamar dan berjalan menuju ke depan. Saat melewati mamah dan papah di meja makan. Aku hanya berpamitan. Yaa aku tak ikut sarapan bersama. Karena aku ingin sarapan di cafe sambil bercurhat ria hehehehe.
" Mah, Pah aku berangkat dulu yaa. " pamit ku sambil mencium tangan mamah papah bergantian
" Ngga sarapan dulu sayang? " tanya Mamah
" Ngga ah mah, ntar aja sarapan di luar. " jawabku sambil tersenyum
" Tumben buru buru amat si Aya. " kata Papah sambil mengerutkan kening dan menatap ku tajam karena curiga
" Ada urusan penting Pah. " jawabku singkat lalu unjuk gigi
" Assalamualaikum semuanya. " salam ku pada mereka berdua sambil melambaikan tangan
" Waalaikumsallam. " jawab Mamah Papah kompak
" Hati hati yaa sayang. " teriak Mamah karena aku yg sudah tak terlihat
Aku pun segera menuju mobil. Lalu melajukan mobilku menuju tempat yg sudah di sepakati bersama Fay dan Freya.
( di rumah Satria )
Hari ini Satria pun bangun pagi dg penuh semangat. Semangat berjuang untuk mendapatkan cintanya Aya, hehehehe. Pagi ini Satria memakai celana jeans hitam, kaos putih polos dan kemeja flannel kotak kotak hitam. Untuk sepatu, Satria memakai sepatu sneakers putih berlis hitam.
Setelah dirasa penampilannya sudah rapih dan menarik. Satria mengambil tas ransel dan meletakkan di bahu sebelah kanan. Yaa hanya di gendong sebelah saja. Itulah gaya Satria yg membuat terlihat sangat cool.
Lalu Satria kembali bercermin untuk memastikan penampilannya sudah sempurna.
" Semangat Satria. Semangat berjuang mendapatkan cinta Ayara. Kamu pasti bisa ngeluluhin hatinya. " Ucapnya pada diri sendiri di depan cermin sambil tersenyum
Beda dg Ayara tak sarapan bersama keluarga. Pagi ini Satria tak melewatkan sarapan bersama keluarganya.
" Pagi Mah Pah. " Sapa Satria pada orang tuanya. Lalu menarik kursi, duduk dan mengambil makanan
" Pagi juga sayang. Bahagia banget keliatannya hari ini. " Kata Mamah Satria. Satria hanya tersenyum dan menaik turunkan alisnya
" Paling lagi jatuh cinta lagi Mah. " Jawab Papah Satria
" Sok tau Papah nih. " kata Mamah Satria
" Yeee Papah kan pernah muda. Mamah juga kan? " jawab Papah Satria
" Kenapa jadi Mamah dan Papah yg ribut si. Kan ini Satria yg mengalami. " jawab Satria sambil memotong roti bakarnya
" Jadi bener Sat? Sama siapa? Anaknya kaya apa? Kenalin dong ke Mamah. " tanya Mamah Satria yg mulai kepo
" Iyaa bener lah Mah. Kan sama si Divya Divya itu udah putus. " kata Papah menyela
" Apaan si Papah. Mamah tuh nanya ke Satria bukan ke Papah. " jawab Mamah Satria kesal
Yaa Satria termasuk anak yg selalu menceritakan hal pribadinya pada ke orang tuanya. Keluarga mereka sangat hangat dan harmonis. Jadi tak pernah ada rahasia diantara mereka. Mereka terlihat seperti sahabat karena begitu dekatnya.
" Udah udah. Orang Satria yg jatuh cinta, ko kalian yg jatuhkan kata kata si Hehehehe. Lagian Satria belum jadian ko Mah. Baru PDKT. Ceweknya itu beda dari yg lain. Pokoknya istimewa. " jawab Satria sambil senyum-senyum
" Siapa Sat? Mamah tau orangnya? " tanya Mamah Satria lagi karena semakin penasaran
" Iyaa jelas tau lah Mah. Kan Mamah dosen disana gimana si. " Kali ini Papah Satria lagi yg menjawab. Mamah Satria hanya berdecak kesal mendengarnya
" Bener kata Papah tuh Mah. Mamah kan dosen disana jadi pasti tau lah. Namanya Ayara Minara, dari fakultas psikologi. " jawab Satria sambil tersenyum lalu memasukkan roti ke dalam mulutnya
" Ayara Minara? Yg anaknya cantik, manis, kalem dan pinter itu kan? Yg IPK nya selalu tinggi? " tanya Mamah Satria memastikan
" Kalo cantik, manis, kalem dan pinter itu emang iyaa Mah. Tapi kalo yg masalah IPK selalu tinggi, Satria ngga tau pastinya hehehe. " jawab Satria sambil unjuk gigi
" Iyaa pasti itu. Ayara Minara mana lagi? Kan Ayara Minara di kampus cuma satu. Kalo sama dia, Mamah si setuju banget. " kata Mamah Satria sambil tersenyum bahagia
" Serius Mah Setuju? " tanya Satria memastikan karena tak percaya
" Serius sayang. " jawab Mamah Satria singkat sambil tersenyum
" Kamu ngga tanya Papah Sat? " Papah Satria kembali menyela percakapan
" Ah Papah si pasti setuju yg penting cantik, hehehehe. " jawab Satria meledek
" Bisa aja kamu Sat. " jawab Papah Satria
" Kalo gitu doain Satria yaa Mah Pah biar bisa ngedapetin Ayara. Niat Satria bukan cuma menjadikan Ayara pacar, tapi istri. " kata Satria sambil tersenyum
" Pasti sayang. Pasti Mamah doain. " Jawab Mamah Satria
" Tapi inget selesein dulu kuliah mu. Terus kerja yg bener, baru nikah. Jangan sampai nikah sebelum lulus kuliah. Toh sebentar lagi juga kan kuliahnya selesai. " kata Papah Satria tegas
" Siap Bos. " jawab Satria sambil melakukan gerakan hormat. Seperti hormat pada komandan
Lalu mereka menyelesaikan sarapan. Setelah selesai. Satria pun berpamitan untuk berangkat kuliah.
" Mah Pah berangkat yaa. Assalamualaikum. " pamit Satria sambil mencium tangan kedua orangtuanya lalu berlalu begitu saja
" Waalaikumsallam. " jawab Mamah Papah Satria bersamaan
Kemudian Satria pun melajukan mobilnya ke kampus, dg kecepatan sedang. Satria berangkat dg perasaan bahagia dan semangat yg menggebu. Karena telah mengantongi restu kedua orangtuanya untuk menjalin hubungan dg Ayara.
( kembali ke Ayara )
Ayara sudah sampai di cafe dekat kampus. Ayara memakirkan mobilnya. Saat mau keluar dari mobil. Hpnya berbunyi panggilan masuk. Ternyata itu dari Fay.
" Ayaaaaa... buruan. Ko ngga nyampe nyampe si tadi katanya udah otw. Kita udah nunggu lama disini. " kata Fay sambil sedikit berteriak dan penuh penekanan.
Yaa pasti Fay sudah ngga sabar ingin mendengarkan cerita ku.
" Iyaa Fay sabar. Ni aku udah di parkiran, mau jalan kesitu. " jawabku sambil menghembuskan nafas berat dan menggelengkan kepala
" Bagus deh. Buruan yaa, di meja no.7 biasa. " kata Fay lalu dg cepat ia menutup sambungan telponnya
Aku pun hanya bisa menggelengkan kepala. Tak heran sebenarnya dg sikap Fay. Tapi tetap saja kadang membuat kepalaku bergeleng hehehehe. Lalu aku segera berjalan ke dalam cafe menuju meja no. 7
Akhirnya sampailah aku di meja no.7, di hadapan Fay dan Freya. Baru saja aku mau duduk, Fay sudah mulai dg ke kepoannya lagi.
" Yaa ampun Aya akhirnya kamu sampai juga. Lama tau nungguin kamu. Gimana gimana ceritanya? Apa yg mau kamu ceritain? " kata Fay yg semakin penasaran
" Lebay banget si kamu Fay. Baru juga nunggu 10 menit. Biarin Ayara duduk dan minum dulu kali. " kata Freya yg memang selalu berbeda dg Fay
Aku pun kemudian duduk dan meminum minuman ku. Yaa untung saja Fay dan Freya sudah memesankan makanan dan minuman untuk ku. Walaupun mereka sering menyebalkan. Tapi mereka sangat perhatian dan pengertian. Selalu tau apa yg aku butuhkan dan inginkan. Termasuk makanan dan minuman, mereka paling tau apa yg menjadi favorit ku. Sebenarnya bukan hanya makanan dan minuman. Tapi segala tentang yg aku suka dan tidak suka, mereka pun sudah tahu. Bukan hanya mereka yg tau tentang ku. Aku pun tau tentang mereka. Secara kan kita sudah bersahabat sangat lama.
Setelah minum dan aku mulai memakan makanannya. Aku sangat lapar karena tadi tidak sarapan. Di tengah tengah aku makan. Fay kembali bertanya. Susah juga membuatnya lupa. Pasti dia akan selalu ingat dan terus bertanya sebelum dijawab dg jelas.
" Aya. Gimana ceritanya kamu sama Satria. Malah makan Mulu. " kata Fay sedikit kesal
" Bentar bentar. Laper tau, tadi ngga sarapan langsung kesini. " jawabku sambil mengunyah makanan lalu meminum minuman
" Satria nembak kamu yaa? " tanya Freya to the poin
Yaa terkadang Freya memang tepat sasaran. Walaupun dia lebih pendiam dari Fay. Tapi sekali bertanya atau berkata, Freya lah yg paling tepat.
" Uhuk uhuk.. " Aku pura pura batuk
" Bener Aya? Satria nembak kamu? " tanya Fay
" Oke oke wait. Jadi gini ceritanya... (bla bla bla)" Aku pun bercerita dari awal sampai akhir
" Coba liat puisinya dong Aya. " pinta Fay. Aku pun memberikan kertas puisi itu padanya
" Wuih beneran Loh. Keren lagi puisinya. " kata Fay lagi sambil terus membacanya
" Terus kamu jawab apa Aya? " tanya Freya sambil menatapku intens
" Itu masalah Fre. Aku bingung. " jawabku sambil menghela nafas panjang
" Udah terima aja Aya. Bingung kenapa lagi si. Satria itu udah paket komplit Aya. Kamu mau cari yg kaya apa lagi. " kata Fay antusias
" Ngga segampang itu Fay. Kalian kan tau kalo aku belum pernah pacaran. Jadi aku butuh meyakinkan hati. Aku juga ga tau harus gimana nanti kalo udah pacaran. Aku takut malah jadi ngecewain Satria. " jawabku panjang lebar lalu tertunduk
" Kalo gitu yakinkan hatimu dulu Aya. Percaya aja kalo Satria beneran cinta, dan kalo Satria memang takdir kamu. Pasti kalian akan bersama. Yaa buat sekarang kalian coba pendekatan aja dulu. Saling mengenal satu sama lain. Masalah status dan komitmen pasti menyusul. Kalo udah saling yakin, pasti akan mengikuti. " nasehat Freya yg membuatku tenang
" Iyaa tapi jangan kelamaan juga meyakinkan hatinya. Yg ada nanti Satrianya di ambil orang. " kata Fay menyambar
Aku hanya mengangguk angguk sambil mengingat dan merenungkan ucapan mereka. Ucapan Freya dan Fay memang benar semua. Aku memang harus meyakinkan hati sambil pendekatan. Tapi aku juga ngga boleh terlalu lama stuck disitu. Kalo ngga bisa bisa aku akan menyesal.