Lampu hijau menyala. Aku menekan tombol matic ku. Yaa aku menggunakan mobil matic. Karena lebih mudah dari mobil yg harus menekan gas nya dg kaki. Aku melajukan mobil ku lagi. Tapi sekarang, aku sesekali melihat spion mobil. Memastikan mobil Satria masih di belakang mobil ku. Aku pun membuka sedikit kaca jendelanya. Aku tersenyum saat melihat ke arah spion. Aku ngga tau Satria tau atau ngga kalo aku tersenyum padanya. Aku yakin si pasti tau. Pede banget yaa aku hehehehe
Aku berhenti di depan rumah. Sedangkan Satria berhenti sangat jauh dari ku. Tapi aku masih bisa melihatnya. Mungkin Satria menghargai ku karena aku ngga mau diantar pulang. Jadi mobil dia berhenti cukup jauh. Atau mungkin dia ingat kata kata ku yg bilang kalo Papah ku galak hehehehe. Ntah lah yg pasti aku sangat berterima kasih padanya. Setidaknya dia sudah menjaga perjalanan ku saat pulang. Walaupun menjaga dari jauh dg mengikuti mobil ku dari belakang.
Lalu aku masuk ke halaman rumah. Aku turun dari mobil dan aku berhenti sejenak. Aku mengambil Hp dan mengetikan sebuah pesan.
Aku :
Aku udah sampai rumah, Makasih yaa Sat buat semuanya. Kamu hati hati yaa di jalan. (emot senyum)
Aku mengirimkannya pada Satria. Aku melihat mobilnya masih ada ditempat dia berhenti. Kemudian hp ku berbunyi, Satria membalas pesanku.
Satria :
Sama sama Aya. Gih kamu masuk, baru aku pulang.
Setelah membaca pesan itu, aku tersenyum ke arahnya dan melambaikan tangan. Satria pun membalas senyum dan lambaian tanganku. Lalu aku masuk ke rumah. Mobil Satria pun pergi meninggalkan area rumah ku.
( di kamar ku )
Setelah membersihkan diri dan ganti baju. Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Aku melihat langit langit kamar. Aku membayangkan kejadian hari ini bersama Satria. Aku pun membayangkan saat ada pelayan yg memberikan ku secarik kertas berisi puisi dari Satria.
Mengingat hal itu. Aku beranjak dan mengambil kertas itu dari dalam tas. Aku membuka dan membacanya kembali. Aku senyum senyum sendiri membacanya. Satria memang pria yg romantis. Iyaa itu penilaian ku padanya. Karena sangat jarang seorang laki-laki mengungkapkan isi hatinya melalui puisi. Aku jadi semakin suka padanya.
Aku pun berjalan menuju meja belajar ku. Aku duduk dan mengambil alat tulis. Aku mulai mencoretkan kata demi kata di dalam buku. Yaa aku membuat membuat puisi balasan untuk Satria. Dan aku berencana untuk memberikannya. Tapi bukan besok si yg pasti. Karena aku masih harus meyakinkan hati. Dan aku harus meminta pendapat dulu dari Fay dan Freya.
Ngomong ngomong puisi. Aku memang sudah suka dg puisi dari SMA. Walaupun aku belum pernah pacaran, tapi aku sering menulis puisi sampai sekarang. Aku menulis puisi saat aku senang, sedih dan marah. Aku menulis puisi untuk mengungkapkan perasaan ku saat itu.
Selesai menulis, aku kembali merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Aku bersiap untuk tidur. Saat ingin memejamkan mata, tiba tiba ponselku berbunyi tanda panggilan masuk. Ternyata itu dari Fay. Pasti dia kepo dg aku yg seharian pergi bersama Satria. Aku pun menghela nafas berat. Yaa memang saat ini aku butuh teman curhat untuk di mintai pendapat tentang aku dan Satria. Tapi kalo curhat dg Fay tanpa Freya rasanya seperti ada yg kurang. Karena nasehat Freya yg lebih bijak dari Fay. Dan dia selalu objektif jika memberi penilaian atau nasehat. Sedangkan Fay? Fay pasti cuma iyaa iyaa aja kalo laki laki tampan dan baik.
Meskipun begitu, aku tetap mengangkat telponnya.
" Hallo Aya, kamu udah pulang kan? Gimana gimana tadi jalan sama Satria? Kalian jalan kemana aja? Terus ngapain aja? " tanya Fay tanpa jeda
Begitulah Fay kalo jiwa jiwa keponya udah keluar hehehehe
" Assalamualaikum iyaa hallo Fay. Yaa ampun satu satu kali nanyanya. Aku jadi bingung kan jawabnya. " jawabku sambil menggelengkan kepala
" Waalaikumsallam hehehehe maaf maaf. Yaa udah pokoknya buruan sekarang kamu cerita gimana tadi sama Satria. Dari awal kamu berangkat sampai kamu pulang. " kata Fay dg antusias
" Aduh.. Aku udah ngantuk Fay. Besok aja yaa ceritanya. " jawabku beralasan
" Ah Aya ngga seru ah. Sekarang aja si. Intinya aja deh intinya. " kata Fay yg mencoba untuk merayu ku
" Besok aja sekalian biar ada Freya. Jadi aku ngga dua kali cerita. " jawabku tetap kekeh untuk menunggu besok
" Ayoo lah Aya. Intinya aja intinya. " kata Fay yg juga tak mau menyerah dg kekepoannya
" Intinya ada senengnya dan ada bingungnya. " jawabku singkat
" Maksudnya gimana Aya? Bingung? Bingung kenapa? " tanya Fay semakin penasaran
" Tuh kan katanya intinya. Ngga selesai selesai ntar. Udah deh Fay besok aja. Besok pasti aku ceritain ko. " jawabku sedikit kesal
" Ya ya ya oke deh aku nyerah. Tapi beneran yaa besok cerita? " tanya Fay memastikan
" Iyaa Fay. Besok ketemu di cafe deket kampus yaa. " jawabku singkat
" Oke Aya. Beneran yaa, aku tunggu besok. " jawab Fay kegirangan
" Hmmmm jangan lupa ajak Freya. " jawabku
" Siap bos. Udah sana tidur katanya ngantuk. " kata Fay
" Tadi aja mohon mohon. Sekarang ngusir. " kataku menyindir
" Biar besok ngga kesiangan. " jawabnya singkat
" Yaa ampun. Dasar Miss kepo. Yaa udah Bye. Assalamualaikum. " pamit ku
" Waalaikumsallam. " jawab Fay
Lalu dg cepat aku mematikan telponnya. Sebelum Fay berubah pikiran dan. bertanya tanya lagi. Selesai bertelepon dg Fay. Aku berniat untuk memejamkan mata lagi. Tp lagi lagi Hp ku berdering. Kali ini hanya dering tanda pesan masuk. Untung bukan telpon.
Aku mengambil Hp dan membukanya. Ternyata itu pesan dari Satria.
Satria :
Good night Ayara. (emot senyum)
Aku tak membalas pesan itu. Aku hanya tersenyum membacanya. Satria benar benar laki laki idaman. Udah tampan, pintar, baik, sopan, kaya, ngga sombong, kalo ngomong sama orang juga lembut, ngga teriak teriak. Orangnya sederhana, udah gitu romantis pula. Uuuuhhhh pokoknya wanita mana yg ngga meleleh kalo deket sama Satria.
Pantes aja Satria jadi cowo populer di kampus. Dan jadi idola cewe cewe. Ternyata emang dari segi manapun, Satria itu terlihat sangat sempurna. Tidak ada image buruk menempel padanya. Meskipun banyak wanita menyukainya, tapi tak pernah ada berita bahwa Satria seorang playboy. Mungkin karena Satria orang yg cuek dan kalem. Jadi dia tak pernah menanggapi wanita wanita yg menggodanya.
Di kampus pun, hanya ada 1 nama wanita yg pernah dekat dg nya. Dan itu sudah menjadi rahasia umum. Satu kampus mengetahui hubungan Satria dg wanita itu pada saat mereka masih pacaran. Wanita itu bernama Divya. Yaa nama yg pernah disebutkan oleh Arvin dan Arion. Tp sekarang hubungan mereka sudah kandas. Dan mungkin sekarang aku lah wanita yg sedang dekat dg nya.
Tak terasa, aku pun memejamkan mataku. Yaa aku tertidur dg sendirinya setelah memikirkan Satria. Aku tertidur sangat pulas malam ini.
( di kamar Satria )
Setelah mengirimkan pesan pada Ayara. Satria pun memikirkannya. Dia masih berharap Ayara membalas pesannya. Namun sepertinya harapannya sirna begitu saja. Karena sudah 30 menit berlalu. Dan tidak ada tanda-tanda balasan dari Ayara.
" Ayara, Ayara. Kamu benar benar membuatku gila kalo kaya gini. Kamu wanita yg berbeda. Dan kamu sangat istimewa. Aku sangat dan semakin mencintaimu Ayara. Aku akan berusaha keras untuk mendapatkan hatimu dan memiliki mu seutuhnya. Aku ingin menjadikan mu teman hidupku. Semoga semesta mengamininya dan Tuhan meridhoinya. " ucap Satria dalam hati
Setelah mengucapkan doa dan harapannya dalam hati. Satria pun tertidur. Tidur dg senyuman dan pasti mengharapkan untuk bermimpi Ayara.
Yaa Ayara dan Satria mengakhiri hari ini dg senyuman, doa dan harapan. Berharap esok pagi menjadi hari yg lebih indah dan semua mimpinya menjadi nyata.