PDKT

1038 Kata
Malam hari saat aku sedang membaca buku. Tiba tiba ponselku berbunyi tanda pesan masuk. Saat aku melihatnya ternyata dari nomor yg tak dikenal. Aku pun ragu untuk membukanya. Tapi disisi lain aku penasaran, nomor siapa itu dan apa isi pesannya. Karena selama ini tak pernah ada nomor baru masuk ke ponsel ku. Dengan hati hati aku pun membuka pesannya. 081234567890 : Assalamualaikum Yaa ternyata isi pesannya hanya salam. Aku menghela nafas berat. Aku kira itu adalah pesan penting. Tapi ternyata tidak sama sekali. Jujur aku sangat malas dan tak pernah menanggapi jika ada nomor baru masuk. Apalagi isi pesannya hanya salam seperti itu. Tanpa ragu aku pun tak membalas pesan itu. Aku menutup kembali ponselku dan melanjutkan membaca. (di kamar Satria) Satria sedang berada diatas tempat tidur sambil memegang hp dan menatapnya tanpa berkedip. Ia terlihat sangat gelisah, seperti menunggu kabar dari seseorang. " Aku udah kirim chat ke Ayara 5 menit yg lalu. Tapi kenapa sampai sekarang belum di balas yaa? Apa Ayara udah tidur? Tapi kan sekarang baru jam 8 malem. Masa iyaa dia tidur secepet itu. Apa Ayara ngga mau bales chat dari aku yaa? Apa chat aku terlalu biasa? Apa aku telpon aja yaa? Haduh kenapa aku jadi ngerasa ngga jelas gini si. Ayara Ayara, kamu udah mengacak ngacak hati dan pikiranku. Bales chat ku dong Ayara. " ucap Satria pada dirinya sendiri Yaa Satria bermonolog sambil menekan nomor Ayara. Ia berniat untuk menelpon Ayara. Ternyata Satria gelisah menunggu balasan pesan dari Ayara. Dan yg mengirim pesan salam ke Ayara adalah Satria. Setelah berpikir dan mengumpulkan keberanian selama setengah jam. Akhirnya Satria memutuskan untuk menelpon Ayara. Lalu ia menekan tombol telpon warna hijau di layar ponselnya. (kembali ke kamar Ayara) Ayara menutup bukunya. Membereskan meja dan menyiapkan untuk kuliah besok. Setelah selesai, ia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Tiba tiba ponsel Ayara berbunyi panggilan masuk. Dengan cepat Ayara mengambil ponselnya dan melihat siapa yg menelponnya. Saat di lihat, ternyata nomor tak dikenal lagi. Tadi ada yg mengirim pesan, sekarang ada yg telpon. Apa jangan-jangan itu nomor yg sama? Ucap Ayara dalam hati. " Angkat ngga, angkat ngga, angkat ngga? " tanyaku pada diri sendiri Akhirnya dengan ragu dan hati hati, Aku mengangkat telpon itu. " Assalamu'alaikum. Maaf ini siapa ya? " tanyaku sopan " Waalaikumsallam Ayara. Akhirnya kamu merespon aku juga. " jawab Satria sambil menghela nafas lega " Merespon apa yaa? Ini siapa? " tanyaku lagi sambil mengerutkan kening karena tidak paham dg ucapannya Aku masih belum mengenal suara siapa itu. Tapi yg pasti itu adalah suara laki laki. Tiba-tiba aku teringat dg Satria. Apa benar itu Satria? Oh iyaa Tuhan, kalo memang benar aku akan sangat bahagia. Tapi aku tak mau terlalu berharap dulu sebelum mendengarkan jawabannya. " Aku Satria, Ayara. Dan aku yg mengirimkan pesan ke kamu. " jelas Satria Aku benar benar terkejut dg pengakuan laki laki di sebrang saluran telepon itu. Satria? Jadi yg mengirim pesan itu Satria? Dan yg sekarang sedang telpon juga Satria? Oh Tuhan, mungkinkah ini takdir Mu untuk ku? Tapi darimana Satria tau nomor ku? Oh iyaa aku lupa. Tadi waktu di kampus, Satria memang sempat meminta nomor telpon ku. Tapi aku ngga nyangka kalo dia langsung menghubungi ku malam ini. Ucapku dalam hati sambil tersenyum senyum sendiri. " Ayara. Kamu masih disana? " tanya Satria menyudahi monolog ku " Eh maaf Sat. Ooohhh jadi yg kirim pesan itu kamu. Aku kira hanya orang iseng, makannya aku ngga bales, hehehehe. Sekali lagi maaf yaa Sat. " jelas ku panjang lebar sambil tertawa kecil " Orang iseng? Emang suka ada yg ngisengin kamu Aya? " tanya Satria penasaran " Ngga juga. Cuma aku emang ngga pernah menanggapi nomor baru. Takut cuma iseng doang. " jawabku " Ooohhh kirain suka ada yg ngisengin kamu. Kalo ada bilang ke aku yaa? " kata Satria sambil bernafas lega " Ngapain bilang ke kamu Sat? " tanyaku lugu " Yaa biar dia ngga ngisengin kamu lagi, hehehehe. Ooohhh iyaa aku ganggu kamu ngga? Kamu udah mau tidur yaa? " tanya Satria " Bisa aja kamu Sat. Ngga si ngga ganggu. Yaa tadinya emang mau tidur tp ada telpon dan ternyata itu dari kamu. " jawabku sambil tersenyum. Yaa walaupun Satria ngga bisa liat senyumku . Tapi aku yakin si dia tau kalo lagi senyum " Oh maaf yaa jadi ganggu kamu mau tidur. Emmm Aya, besok mau berangkat bareng ngga? " tanya Satria " Makasih Sat. Tapi maaf besok aku berangkat sendiri aja. " jawabku tanpa pikir panjang " Oh Oke deh. Kita ketemu di kampus ya Aya. Yaa udah kalo gitu. Jangan lupa save nomor ku yaa. Selamat malam, selamat tidur. Semoga mimpi indah yaa. Assalamualaikum. " kata Satria yg terlihat sedikit kecewa karena aku menolak ajakannya " Iyaa Sat. Waalaikumsallam. " jawabku singkat lalu mengakhiri sambungan telponnya Aku menghembuskan nafas berat sambil memejamkan mata. Akhirnya selesai juga percakapan dg Satria. Perasaan aneh, gerogi dan malu bercampur jadi satu. Untung aja aku bisa menutupi semua rasa itu. Tapi apa Satria kecewa yaa karena aku ngga mau diajak berangkat bareng? Tapi kalo aku langsung menerima ajakannya, nanti dia mengira aku w**************n. Lagian selama ini, aku belum pernah berangkat berdua sama laki laki. Ah biarlah, kalo memang Satria suka sama aku, dan kalo emang Satria jodoh aku pasti dia ngga akan menyerah. Tuhan pun akan menyatukan kita. Itulah percakapanku dalam hati. Lalu aku menyimpan nomor baru tadi dg nama Satria. Kemudian aku meletakkan ponselku di meja dekat tempat tidur. Aku pun mencoba untuk memejamkan mata dan tertidur. Meski masih ada rasa dan pikiran yg mengganggu tentang Satria. (di kamar Satria) Setelah Ayara mematikan telponnya. Satria tersenyum sambil masih terus memperhatikan layar ponselnya. Lalu ia berkata... " Bener bener cewe langka. Dan bener kata Arvin, kalo Ayara itu beda. Wanita yg sangat mahal dan ngga gampangan. Aku semakin kagum dan jatuh hati padanya. Aku harus bisa meluluhkan hatinya. Tuhan bantulah aku. " ucap Satria sambil menengadahkan kepalanya dan memejamkan mata Kemudian Satria pun mengambil posisi untuk tidur. Ia juga lelah dg hari ini. Selain badannya yg lelah karena kegiatan kampus, hatinya pun lelah dg segala kejadian tentang Ayara. Karena semakin ia mendekati Ayara, maka hatinya semakin tak menentu. Dan semakin ia tau bahwa Ayara memang wanita yg sangat mengagumkan dan istimewa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN