Sejarah Satria

1224 Kata
Itu baru satu dari beberapa cerita bersejarah di hidup Satria. Setelah menceritakan tentang kisah Nek Lastri dan rumah Neneknya ini. Satria meminta ku untuk beristirahat lebih dulu. Aku sempat sedikit kecewa. Karena aku belum bertanya apapun pada Satria di kisah itu. Kisah yg sangat menarik, jadi aku hanya fokus mendengarkan dan lupa untuk bertanya. " Udah segitu dulu yaa sayang dongengnya. Sekarang istirahat dulu. Setelah istirahat, mandi, makan. Terus aku mau ajak kamu ke sesuatu tempat lagi. " kata Satria sambil mengusap puncak kepalaku " Iiiiihhhh emang udah selesai apa ceritanya? Masa segitu doang? " kataku sambil memanyunkan bibir " Udah sayang udah selesai kalo cerita tentang Nek Lastri. Nanti aku ceritain saat kita sampai di tempat itu, Oke? " kata Satria lembut sambil tersenyum " Iyaa udah sekarang aja kesana yuuukkk. " ajakku antusias " Semangat banget kepoin cerita aku, Hm?. " kata Satria sambil menaikkan alisnya " Katanya kamu pengen aku tau tentang hidup kamu..Aku udah antusias malah kamu gitu. " kataku sambil sedikit cemberut " Iyaa iyaa sayang. Tapi kita istirahat dulu yaa. Aku cape tau. Nanti sore baru kita kesana, Oke sayang? Jangan cemberut dong, nanti cantik ilang Loh. " bujuk Satria " Heeemmm gombal. iyaa deh iyaa. " jawabku pasrah Karena percuma juga berdebat dan memang kasian Satria si pasti dia cape. " Iyaa udah gih bobo dulu. Aku ke kamar dulu yaa. Jangan lupa pintunya dikunci. Kalo ada apa panggil aku aja atau Nek Lastri. Oke sayang. Selamat istirahat. Love you. " kata Satria dg sangat manis dg tetap menyuguhkan senyumnya yg manis juga sambil berjalan keluar kamar " Iyaa Satria. Selamat istirahat juga. Love you too. " jawabku sambil berdiri di dekat pintu dan bersiap menutup pintu Setelah di pastikan Satria sudah keluar kamar. Aku segera menutup dan mengunci pintunya. Aku mencuci muka, kemudian setelahnya aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Aku baru menyadari ternyata kamar ini juga sangat rapih dan bersih. Membuat siapapun yg tidur disini akan merasa nyaman. Di d******i warna biru putih juga. Dan sepertinya tidak hanya bagian depan, tp semua ruangan juga di d******i warna biru putih. Meskipun dari kayu, tp rumah ini sangat bagus. Yaa mungkin juga kayunya kayu yg bagus yaa hehehehe. Tempat tidurku berwarna putih, sedangkan spreinya berwarna biru. Terdapat meja kecil di dekat tempat tidur. Itu pun berwarna putih. Lemari, meja panjang dan kursinya pun berwarna putih. Mungkin almarhum Nenek dan Kakek Satria menyukai kedua warna itu. Saat sedang rebahan sambil melihat sekeliling kamar. Tanpa sadar aku pun lama lama tertidur. Cukup lama aku tertidur. Aku terbangun karena suara Hp ku yg berdering. Aku segera mengambil Hp dan melihat siapa yg menelponnya. Tertulis nama Mamah di layar Hp. Reflek aku menepuk jidat dan bergumam... " Yaa ampun aku lupa belum ngabarin Mamah Papah kalo udah sampe. " ucapku sambil melihat layar Hp Lalu aku menekan tombol hijau untuk menjawab telpon dari Mamah. " Hallo assalamualaikum sayang. Udah sampe belum yaa? Harusnya si udah yaa. Kan ini udah sore. " kata Mamah dg kecerewetannya " Waalaikumsallam Mah. Hehehehe iyaa Mah Ayara sama Satria udah sampe dari tadi sekitar jam 10an Mah. " jawabku sambil cengengesan merasa bersalah Kemudian tiba-tiba Mamah mengubah panggilannya menjadi panggilan video. Yaa mungkin Mamah ingin memastikan ucapan ku dan melihat keadaan sesungguhnya. Aku pun mengonfirmasi panggilan video Mamah. Akhirnya kita pun melakukan video call. Terlihat Mamah masih berada ruangan kerjanya di Butik miliknya. Sedangkan Mamah melihat ku masih merebahkan tubuh diatas kasur sambil senyum-senyum ngga jelas, hehehehe. " Baru bangun tidur saya? " tanya Mamah " Hehehehe iyaa Mah. " jawabku singkat sambil tersenyum " Cape yaa sampai lupa ngabarin Mamah Papah. " sindir Mamah sambil sesekali melihat ke arah laptop " Hehehehe iyaa Mah kan abis perjalanan lumayan jauh. " jawabku membela diri " Terus gimana disitu? Beneran bukan kalian berdua doang kan yg dirumah itu? " tanya Mamah sedikit khawatir jika aku hanya berdua dg Satria di satu rumah " Seneng Mah disini. Rumahnya rapih, bersih dan nyaman banget. Bagus lagi view-nya langsung hamparan sawah. Ngga ko Mah disini ada Nek Lastri dan suaminya juga. " jawabku sambil tersenyum bahagia " Nek Lastri? Bukannya Nenek Satria udah meninggal katanya? " tanya Mamah sambil mengerutkan kening heran " Iyaa Mah. Nenek dan kakek kandung Satria emang udah meninggal. Jadi Nek Lastri dan suaminya itu yg bekerja di rumah ini. Tapi Satria dan keluarganya sudah menganggap beliau sebagai keluarganya sendiri. Dan keluarga Satria memanggilnya dg sebutan Nenek juga. " jelas ku secara singkat " Ooohhh gitu. Iyaa syukur deh. Keluarga Satria kelihatan keluarga yg baik, dermawan, ngga sombong. Udah gitu Satrianya ganteng lagi yaa. " kata Mamah menggoda ku " Iiissshhh Mamah bisa aja. " kataku sedikit malu " Iyaa kan? Iyaa emang gitu si kalo mau jadi menantu Mamah emang harus gitu. " kata Mamah sambil tersenyum " Iyaa udah yaa Mah Ayara mau mandi dulu. Udah sore nih. " kataku pada Mamah " Baru jam 3 sayang. " jawab Mamah yg masih ingin mengobrol lama dg ku " Iyaa katanya Satria mau ngajak aku ke sesuatu tempat lagi Mah. " jawabku jujur sambil bangkit dari tempat rebahan ku " Heeemmm iyaa udah deh. Kamu hati hati yaa disitu, jaga diri baik-baik, jangan lupa makan, sholat. Kalo ada apa apa kabarin Mamah atau Papah yaa sayang. " nasehat Mamah " Iyaa Mamah ku yg cantik tp crewet hehehehe. " jawabku singkat sambil menggoda Mamah " Iyaa udah gih. Mamah juga mau lanjut kerja. Assalamualaikum sayang. Mmmuuaacchhh. " Mamah mengakhiri obrolan dg melakukan kissbye " Iyaa Mah. Waalaikumsallam. Mmmuuaacchhh juga. " jawabku sambil membalas kissbye juga Setelah Mamah mengakhiri panggilan video callnya. Tiba tiba kamar ku ada yg mengetuk. " Tok.. tok..tok " suara ketukan dari luar Aku segera membuka pintunya. Dan ternyata itu Nek Lastri. " Nak Ayara maaf Nenek mengganggu. Nak Ayara udah mandi? " tanya Nek Lastri sambil tersenyum " Ngga papa Nek. Ayara baru bangun tidur, belum mandi. Ada apa yaa Nek? " tanyaku sambil memegangi pintu " Ooohhh kalo gitu nanti setelah mandi makan dulu yaa. Nenek udah siapin di meja makan. Atau Nak Ayara mau makan sesuatu? Nanti biar Nenek buatkan. " kata Nenek Lastri dg sangat lembut dan sopan " Ngga usah Nek. Nanti Ayara makan yg ada di meja makan aja. Satria udah bangun Nek? " kataku sambil tersenyum " Kayaknya Mas Satria belum bangun nak. " jawab Nek Lastri singkat sambil menoleh kanan kiri seperti mencari keberadaan Satria " Ooohhh iyaa udah Nek. Kalo gitu Ayara mandi dulu yaa Nek. Makasih Nenek Lastri yg baik dan cantik. " kataku sambil unjuk gigi. Nek Lastri pun tersenyum malu saat aku memujinya Kemudian Nek Lastri pun pergi menuju dapur lagi. Sedangkan aku mengunci pintu dan menuju kamar mandi. Selesai mandi dan berganti pakaian. Aku langsung menuju ke arah dapur. Sore ini, aku memakai jumpsuit hitam garis garis putih. Dengan dalaman manset hitam. Untuk jilbab aku memilih warna cream. Dan flatshoes senada dg jilbab ku. Saat sampai di dapur. Aku melihat Satria sudah ada disana. Yaa dia sedang berdiri di dekat Nek Lastri yg sedang menggoreng sesuatu. Disitu Satria juga memakai t-shirt hitam dan celana jeans hitam. Dg sepatu sneakers putih. Satria terlihat sangat keren. Dan entah kenapa sore ini kita memakai baju sama sama hitam. Padahal kita ngga ada janjian sama sekali. Kita memakai baju couple saat berangkat aja. Yaa mungkin kita sehati. Anggap aja seperti itu hehehehe.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN