85. Sirine

2315 Kata

“Ayah... ayah....” Andin kemudian baru menyadari kalau suhu tubuh ayahnya kembali panas. Dia tidak tahu karena sebelum di masuk ke kamar tadi ayahnya tampak baik-baik saja. masih menonton televisi bersamanya di ruang tengah dan tertawa saat melihat hal lucu di TV. Namun dalam sekejam dia melihat ayahnya dalam keadaan seperti ini. Belum ada satu jam dia keluar dari kamar ayahnya namun dia tidak menyadari kalau kini semuanya seperti sudah terlambat. Kekalutannya membuatnya tidak tahu harus bagaimana. Dia hanya ingin bersama ayahnya dan tidak ingin meninggalkannya lagi. Melihat ayahnya muntah dan malah tersedak karena tidak mampu mengeluarkannya sendiri, membuat hati Andin terasa sangat sakit. Andin tidak bisa memaafkan dirinya sendiri. Maka dia memutuskan akan tetap di samping ayahnya ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN