"Bang..." Panggil.
Bang Adnan menoleh, tubuhnya meneganh saat melihatku, lalu segera memasukan ponsel ke dalam saku.
"Ini! Kira-kira siapa yang memberikan perhiasan indah ini, sebagai hadiah pernikahan kita? Tanyaku.
"A-bang ga tahu." Jawabnya. Aku menghela nafas panjang l.
"Puspa, itu apa?"Tanya ibu saat datang keluar dari dapur. "Perhiasan.."
"Kamu dapat dari mana?"Tanya Ibu dengan wajah terkejutnya.
"Tidak tahu, tadi ada orang aneh yang tiba-tiba datang, lalu memberi ini sebagai hadiah pernikahan aku katanya" Jelasku.
"Pus, ibu takut kalau orang itu pencuri. Sebaiknya kamu buang saja, ibu ga mau kalau kita kena masalah" Perintah n Ibu.
"Jangan! "Sentak Bang Adnan. Aku dan ibu langsung menatap curiga padanya.
"Kenapa, Bang? Benar kata ibu, mungkin pria tadi itu memang pencuri.
" Jelasku. "Bukan, dia bukan pencuri" Jawabnya.
"Dari mana kamu tahu, Bang?"Tanyaku sambil mengkerut kening. "Perhiasan itu memang untukmu" Jawabnya. Membuat kami terkejut. "Hah?" Pekikku.
Dari mana dia tahu bahwa ini untukku? Siapa dia sebenarnya?
Saat aku ingin bertanya lagi, Bang Adnan malah pergi melangkah keluar rumah. Aku menghela napas berat.
'Dih ga jelas banget punya suami. Nasib-nasib' Batinku
Hari sudah malam, aku segera menutup warungku dengan di bantu oleh Bang Adnan.
Menurutku pria ini begitu senang, saat aku atau ibu di mintai bantuannya.
"Emmm... Bang, maaf ya kalau aku belum bisa melayanimu selayaknya seorang istri." Ucapku, sungguh aku benar-benar merasa berdosa padanya.
Aku belum siap untuk bisa memberikan haknya sekarang. "Tidak apa-apa. aku mengerti" Lirihnya.
"Kamu sama sekali tidak marah padaku?"Tanyaku.
"Tidak. Sudah jangan terlalu di pikirkan, aku tidak apa-apa, aku juga tidak akan memaksamu untuk melakukan hal itu sekarang, yang terpenting pernikahan kita langgeng......" Ujarnya menatap mataku dalam.
"Sementara itu aku akan berusaha untuk membuatmu jatuh cinta, maka setelah itu kamu bisa memberikannya"Sambungnya dengan senyum terbit di bibirnya.
Jantungku berdegub dengan kencang. Kenapa setiap bersamanya hatinya selalu menghangat, aku benar-benar tidak tahu, dengan perasaan apa yang tengah ku alami saat ini.
Apa aku telah jatuh cinta padanya? Aku menggeleng keras, lalu mengalihkan perhatian hal lain.
Aku mengambil ponselku yang berada di atas meja yang ada di samping ranjang.
Saat iseng membuka aplikasi berlogo warna hijau, lalu melihat status story teman sekontakku.
[Hati-hati jaman sekarang, banyak orang yang nekat melakukan persugihan. Masa jualan warung kecil aja, bisa beli perhiasan harga jutaan, pasti itu belinya, pake duit haram dari hasil ngepet mereka.]" Itu status story wa Wulan.
Deg. Apa maksudnya? Perhiasan apa status ini di tujukan padaku?