Vila Sebelah

1038 Kata

Nathan terbangun di sisi Qiandra, menatap wajah lembut wanita di sisinya yang matanya masih terpejam. Matahari mulai meninggalkan peraduan, membiarkan sinarnya perlahan tergerus oleh kegelapan. Batang-batang pohon di sekitar vila bergerak diembus angin, suaranya layaknya senandung alam yang harmonis. Tirai-tirai menari lembut, membiarkan angin masuk melalui jendela-jendela besar yang sengaja belum Nathan tutup. Di tempat ini, tak perlu AC. Udara sejuk, bahkan cenderung dingin. Dengan pelan, Nathan menyeret selimut di kaki ranjang, menyebarkannya di tubuh Qiandra. Dalam keheningan, Nathan menatap seksama wajah istrinya. Sesosok wajah yang telah ia kenal sejak remaja. Wajah ayu yang sudut-sudutnya membawa kelembutan unik dan keanggunan istimewa. Nathan teringat pertama kali dia melihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN