Setelah lima hari berlalu, Qiandra yang melihat kondisi keluarganya telah stabil, memutuskan untuk pulang. Dia berjanji akan menengok Ibu secara berkala, tidak membiarkan Ibu kesepian. Tasya dan Sisil, adik-adik Qiandra, masih mengambil cuti kerja dan menemani Ibu sementara waktu. "Ibu baik-baik saja. Tapi jika loe kangen dan pengen lebih sering mengunjunginya, kita bisa membuat agenda beberapa kali dalam seminggu. Gue coba pulang lebih awal!" Nathan menawarkan dengan murah hati dalam perjalanan pulang. Malam ini kebetulan akhir pekan, sehingga jalanan cukup ramai dan banyak kendaraan berlalu lalang. "Ya." Qiandra yang kali ini duduk di belakang Pak Shodiq, setengah mengantuk. Matanya sedikit terpejam, kepalanya miring ke sandaran kursi. Musik dangdut lawas yang diputar Pak Shodiq

