Qiandra baru saja tiba di rumah dengan menggunakan jasa ojeg online. Biasanya, sebelum jam pulang kerja, sudah ada mobil Nathan yang menjemputnya Hari ini dia menunggu seperempat jam lebih, sebelumnya akhirnya memutuskan untuk pulang sendiri. Mungkin Pak Shodiq sibuk mengantarkan Nathan ke suatu tempat, atau mungkin dia sibuk melakukan hal-hal lain sehingga melupakan kepulangan Qiandra. Setelah memasuki rumah, Qiandra mendapati Nathan sudah duduk di ruang tengah, menatap Qiandra tajam, seolah-olah Qiandra membawa hal-hal buruk di belakang punggungnya. Suhu ruangan rasanya turun beberapa derajat. Ada ketegangan yang jelas di udara, seolah-olah seperti gelembung gelap yang siap pecah kapan saja. Tanpa sadar, Qiandra mundur beberapa langkah. Dia menyentuh dadanya, seperti membuat pert

