Kunjungan ke Orang Tua

1282 Kata

Ibu dan Ayah sedang duduk di teras, menatap matahari tenggelam di cakrawala. Sepasang tangan tua saling terjalin, erat, dengan tanda-tanda keriput di sela-sela jari. Umur berjalan, usia bertambah, tapi cinta akan tetap berada di titik konstan, bahkan menguat seiring berlalunya waktu. Waktu tidak memadamkan cinta. Waktu tidak menggores kasih sayang. Keduanya abadi, melengkapi satu sama lain, memberi tanpa batas, saling bersama hingga akhir usia. Qiandra menatap sosok kedua orang tua yang duduk bersama di balik jendela, tersenyum hangat oleh keadaan yang tak pernah berubah selama bertahun-tahun. Sejak Qiandra kecil, inilah bayangan yang selalu Qiandra lihat. Ayah dan Ibu yang bersama, menatap senja dengan secangkir teh melati, dan membicarakan banyak hal, baik kenangan manis di mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN