Yani duduk di teras, membiarkan syal yang ia kenakan melambai tertiup angin pagi. Sinar jingga menyapa langit, membawa kelembapan sisa cuaca malam. Beberapa tumbuhan di pot teras, tampak dipenuhi embun yang terasa segar. Sebentar lagi Subuh, tetapi Yani telah duduk di teras ini cukup lama. Matanya yang penuh pemikiran, mulai menunjukkan tekad, berniat mengambik keputusan cepat setelah satu malam memikirkannya dengan baik. "Bu. Ini masih pagi, jangan duduk di luar! Dingin. Nanti Ibu sakit lagi!" Tasya yang baru saja bangun, mencari Ibu untuk membahas sesuatu, dan ia baru menemukan orang yang dicarinya di sini. "Kamu sudah bangun?" Bukannya merespon peringatan putrinya, Ibu justru bertanya pada topik lain. "Baru saja bangun." "Tumben bangun pagi. Biasanya kamu dan adikmu bangun pal

