Saran Leslie

1124 Kata

Seminggu kemudian. Wajah Nathan kuyu, sepucat kertas tanpa warna sama sekali. Lingkaran hitam di matanya semakin lebar, rongga matanya semakin gelap dan dalam. Pipi yang sebelumnya tirus, menjadi ebih tirus lagi, menyisakan tulang yang bersudut tajam. Nathan menyugar rambutnya yang berantakan, tak ada bedanya dengan sarang burung liar. Kedua tangannya gemetar, efek dari menahan lapar dan kantuk yang berkepanjangan. Perutnya yang berteriak sakit karena hanya diberi asupan kafein, sama sekali tidak ia hiraukan. Mungkin, jika keadaan diteruskan seperti ini, hanya tinggal masalah waktu saja sebelum akhirnya tubuh ini tumbang, mengibarkan bendera putih sebagai bentuk duka dan penyerahan diri. "Pak." Pak Mono datang ke ruang tengah, menemui Nathan dengan langkah gontai. Penampilan Pak Mo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN