Tasya melihat sosok pria yang sudah duduk di dalam restoran tempat dimana dirinya dan Anggara berjanjian untuk bertemu. “Selamat datang, untuk berapa orang Kak?” tanya pegawai restoran ramah menyambut kedatangan Tasya. Tasya tersenyum, ia melirik sambil menunjuk meja yang sudah ditempati oleh seorang pria. “Apa pria itu reservasi untuk dua orang?” tanyanya ragu. “Oh, jadi Kakak temannya yang ditunggu ya. Silahkan Kak” sang pegawai mempersilahkan Tasya untuk masuk dan mengantarkannya menuju meja yang ditunjuk Tasya. Pria itu menatap Tasya, keningnya mengkerut. “Siapa?” tanyanya. Tasya tersenyum dan saling menatap dengan pegawai restoran. “Siapa dia?” tanya mereka bersamaan. “Lah Kak,

