“Menjauhlah!!” pekik Firly mendorong tubuh Julio saat keluar dari dalam lift. Julio hanya menghela napas, ia kemudian merangkul tubuh Hein. “Hatiku sakit” keluhnya. “Aish, menjijikan!! Enyahlah!” keluh Hein mendorong kepala Julio yang bersandar di bahunya. “Cepat absen pulanglah lebih dulu, lalu berkencanlah kalian berdua” keluh Hein. Firly segera membekap mulut Hein dengan tissu di tangannya, “Diam atau Pak Hein akan mati” ancam Firly. Hein terdiam dengan tissu masih berada di dalam mulutnya, ia mengangguk mengerti. Julio mengacungkan ibu jarinya sedangkan Hein menatap tajam pada couple baru namun meresahkan ini. “Bu Dara sudah absen pulang?” tanya Hein pada Rara yang merapikan mejan

