Hein sudah mengambil cutinya selama tiga hari untuk merawat sang mama yang terbaring di rumah sakit. Namun sepertinya, cuti itu juga berguna bagi kelangsungan hubungan asmaranya yang kini membaik. Lihatlah, hari ini Hein terus bercermin seolah tengah kembali dimabuk asmara. Tidak seperti beberapa hari kebelakang, jangankan tersenyum untuk tidurpun rasanya sulit. Ah, itulah cinta yang katanya akan membuat t*i kucing berasa Coca-cola. Hein mengambil ponselnya, ia segera menelpon Dara memastikan jika dirinya sudah siap untuk dijemput dan berangkat bersama ke kantor. Namun saat akan menelpon, ia mendapatkan sebuah email masuk yang ia putuskan tidak akan dibaca setelah menepon Dara. “Aku sudah siap, kamu sudah sarapan?” suara Dara kini kembali menjadi moodb

