Mobil yang ditumpangi Hein dan Dara kini memasuki parkiran rumah sakit, hujanpun berangsur-angsur berhenti. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit keduanya terus saling menatap bahkan tangan Hein terkadang menggenggam tangan Dara dan melepaskannya disaat akan berganti gigi mobil. Ah ... menyebalkan melihatnya, bagaimana bisa kini harus melihat dua insan yang kembali bermesraan dan kembali bersama ini? “Mau sampai kapan kamu melihatku seperti ini?” tanya Hein pada Dara yang kini tersenyum manis padanya yang tengah melepaskan sabuk pengaman. Dara menggeleng pelan, lalu Hein mengecup cepat bibirnya. “Menggemaskan!” puji Hein membuat rona merah pada wajah Dara saat ini. Dara melepas sabuk pengamannya, lalu terlintas wajah mama Hein. “Tunggu, apa yang

