Hein tersenyum saat melihat sosok Tasya yang memasuki kantin rumah sakit, ia melambaikan tangannya. “Terimakasih kamu mau datang” ucap Hein menyambut kedatangan Tasya. “Aku tidak percaya jika aku melakukan transaksi masalah di kantin rumah sakit” gumam Tasya sambil menatap sekeliling, lalu duduk. Ia menyimpan tasnya dan membuka blazer birunya karena udara yang cukup panas meskipun kondisi kantin berada di luar ruangan. Hein tersenyum, “Maaf merepotkan. Saya masih belum bisa meninggalkan Mama jauh, Om Aswin harus bekerja jadi belum bisa gantian berjaga” terang Hein diangguk Tasya mengerti. “Apa Dara tau jika kamu datang kesini?” Tasya menggeleng, “Mungkin nanti langsung kita bicarakan. Diawal bulan ini kerjaan kantor sangat b

