Adorable 56

1167 Kata

                Tasya membuka matanya, ia merasa masih begitu lelah untuk kembali memulai hari baru. Tangannya merayap mencari dimana ponselnya berada. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, mencoba menyadarkan diri.                “Dara? untuk apa menelponku malam-malam?” gumamnya dengan suara parau bangun tidur. “Ya ampun, badanku rasanya sudah semakin renta saja” sambil mengeliatkan tubuh seperti ulat.                 Saat ia akan bangkit dari ranjang, ponselnya berdering tanpa membaca nama yang menelponnya Tasya langsung menjawabnya.                 “Ini masih pagi kenapa kamu sudah menelponku? Ada apa semalam menelponku? Apa kamu tidak bisa tidur karena mengingat Hein yang dipeluk perempuan lain?” oceh Tasya tanpa jeda.                 “Apa maksudmu aku dipeluk perempuan lain?”         

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN