Adorable 55

1414 Kata

                Kini sepanjang perjalan pulang Dara terus menangis tersedu-sedu, “Aku seharusnya tau, Hein memutuskanku karena ada perempuan lain. Bukan karena aku tidak ada waktu untuknya. Mungkin dia sudah bosan” oceh Dara tanpa henti.                 “Kenapa kamu tidak masuk saja ke ruangan untuk memastikan siapa dia agar kamu tidak bertanya-tanya dan berpikiran negatif terus” sela Tasya.                 “Jika kamu jadi aku, apakah kamu akan berpikir positif?” balas Dara. Tasya terdiam, ia tidak boleh berdusta jika saat itu juga pikirannya sudah melambung secara negatif. “Sudah tidak perlu dijawab, raut wajahmu sudah memperlihatkan semuanya”                 Tasya hanya mampu terdiam, ia tidak bisa asal bicara. Kondisi Dara sedang kacau, bahkan ia tidak perduli jika masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN